Konten dari Pengguna

Kenapa Kursi Bioskop Dibuat Bertingkat? Ternyata Ini Alasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Kursi Bioskop Dibuat Bertingkat, Foto:Unsplash/Krists Luhaers
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Kursi Bioskop Dibuat Bertingkat, Foto:Unsplash/Krists Luhaers

Kenapa kursi bioskop dibuat bertingkat menjadi salah satu hal menarik dari desain ruang bioskop yang mungkin selama ini luput dari perhatian.

Penataan tempat duduk tersebut tidak hanya memberikan kesan khas pada interior bioskop, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana sebuah ruangan digunakan oleh banyak penonton dalam waktu bersamaan.

Setiap baris memiliki posisi yang diperhitungkan agar susunan ruang tetap nyaman digunakan, meski jumlah kursinya cukup banyak.

Kenapa Kursi Bioskop Dibuat Bertingkat, Bukan Sejajar?

Ilustrasi Kenapa Kursi Bioskop Dibuat Bertingkat, Foto:Unsplash/Felix Mooneeram

Kenapa kursi bioskop dibuat bertingkat menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan ketika berada di ruang pemutaran film. Deretan kursi di bioskop memang tidak disusun pada permukaan lantai yang sama.

Semakin ke belakang, posisi kursi biasanya semakin tinggi sehingga setiap baris memiliki ketinggian yang berbeda.

Susunan seperti ini menjadi bagian dari tata ruang bioskop yang dirancang untuk menampung banyak penonton sekaligus menjaga pandangan ke arah layar.

Selain itu, jarak antarbaris juga dibuat dengan pertimbangan tertentu agar tersedia ruang yang cukup bagi penonton untuk bergerak dan menuju tempat duduk masing-masing.

Posisi kursi dapat berada di bagian depan, tengah, maupun belakang, sesuai dengan nomor yang tertera pada tiket. Karena itu, bentuk lantai dan susunan kursi di dalam bioskop menjadi bagian penting dari ruang pemutaran film.

Meski terlihat sederhana, penataan tersebut membuat setiap baris memiliki posisi yang berbeda dan memberikan keteraturan pada seluruh area tempat duduk.

Berdasarkan informasi dari rri.co.id, baris kursi di bioskop umumnya diberi label menggunakan huruf atau angka. Penomoran ini membantu penonton menemukan kursi sesuai keterangan pada tiket.

Namun, tidak semua huruf digunakan dalam penamaan baris. Huruf I dan O biasanya dilewati karena bentuk keduanya dapat menyerupai angka 1 dan 0, terutama ketika dilihat dalam kondisi pencahayaan yang redup.

Huruf I memiliki bentuk yang dapat terlihat seperti angka 1, sedangkan huruf O hampir identik dengan angka 0. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kekeliruan saat penonton membaca tiket atau mencari baris kursi di dalam ruangan yang minim cahaya.

Sebagai contoh, baris I dapat disalahartikan sebagai baris 1. Begitu pula dengan huruf O yang dapat terbaca sebagai angka 0. Kemiripan ini tentu dapat membuat proses menemukan kursi menjadi lebih sulit.

Penggunaan huruf selain I dan O membantu membuat penandaan kursi lebih mudah dikenali. Dengan cara tersebut, perbedaan antara huruf dan angka menjadi lebih jelas, terutama ketika pencarian dilakukan dalam kondisi bioskop yang gelap.

Karena alasan tersebut, sebagian besar bioskop melewati huruf I dan O dalam penomoran baris kursi. Sebagai gantinya, digunakan huruf lain seperti A, B, C, dan seterusnya yang lebih mudah dibedakan ketika penonton membaca tiket maupun mencari tempat duduk. (DANI)

Baca juga: Kenapa Kursi Bioskop Tidak Ada Huruf I dan O? Ini Penjelasannya