Kenapa Pakaian Basah Lebih Berat Daripada Pakaian Kering? Ini Alasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa pakaian basah lebih berat daripada pakaian kering? perbedaan tersebut biasanya paling terasa setelah pakaian selesai dicuci. Baju, celana, atau handuk yang sebelumnya ringan dapat terasa lebih berat ketika diangkat dari ember atau mesin cuci.
Kondisi ini menjadi semakin jelas pada bahan yang mampu menyerap banyak air, seperti katun dan handuk. Meski bentuk dan ukuran pakaian terlihat hampir sama, beratnya bisa berubah cukup banyak setelah terkena air.
Perubahan tersebut berkaitan dengan apa yang terjadi pada serat kain selama pakaian berada dalam kondisi basah.
Kenapa Pakaian Basah Lebih Berat Daripada Pakaian Kering Ketika Diangkat dari Mesin Cuci?
Kenapa pakaian basah lebih berat daripada pakaian kering? dikutip dari laman www.britannica.com, tekstil tersusun atas serat yang dapat memiliki sifat berbeda-beda terhadap air. Beberapa serat mampu menyerap air, sedangkan bahan lainnya cenderung lebih sulit menyerap kelembapan.
Ketika pakaian terkena air, molekul air tidak hanya berada di permukaan kain. Sebagian air masuk ke ruang-ruang kecil di antara serat dan menempel pada serat tersebut. Inilah yang membuat pakaian mendapatkan tambahan massa.
Sebagai contoh, pakaian kering yang memiliki berat 500 gram dapat menjadi jauh lebih berat setelah menyerap air. Jika terdapat 300 gram air yang tertahan di dalam kain, berat keseluruhannya menjadi sekitar 800 gram. Jadi, peningkatan berat tersebut bukan karena serat kain berubah atau bertambah, melainkan karena adanya air yang ikut berada di dalam pakaian.
Jumlah air yang dapat diserap juga bergantung pada jenis bahan. Katun, misalnya, dikenal memiliki kemampuan menyerap kelembapan yang cukup baik.
Karena itu, pakaian berbahan katun dapat terasa cukup berat setelah dicuci. Handuk bahkan bisa terasa lebih berat karena memang dirancang untuk menyerap air.
Sementara itu, bahan yang tidak mudah menyerap air cenderung mengalami peningkatan berat yang lebih kecil. Struktur serat dan karakteristik masing-masing bahan menentukan seberapa banyak air yang dapat masuk dan tertahan di dalam kain.
Ketika pakaian dijemur, air yang sebelumnya berada di dalam dan di antara serat perlahan menguap ke udara. Semakin banyak air yang menguap, semakin berkurang pula massa pakaian hingga akhirnya kembali mendekati berat ketika masih kering.
Kenapa pakaian basah lebih berat daripada pakaian kering karena air yang terserap ke dalam serat dan celah-celah kain menambah massa pakaian. Setelah air menguap saat proses pengeringan, berat pakaian pun kembali berkurang.(Yolan)
Baca juga: Kenapa Pakaian Lebih Cepat Kering Saat Cuaca Panas dan Berangin? Ini Jawabannya