Lapisan Air yang Ada di Permukaan Bumi, Ini Penjelasan dan Jenisnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lapisan air yang ada di permukaan bumi disebut hidrosfer, yaitu bagian bumi yang mencakup seluruh bentuk air, baik yang berada di daratan, lautan, maupun atmosfer.
Keberadaan air sangat penting bagi kehidupan karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, hewan, dan tumbuhan. Selain itu, air juga berperan dalam membentuk bentang alam serta memengaruhi kondisi cuaca dan iklim.
Hidrosfer memiliki berbagai bentuk dan persebaran yang berbeda, sehingga perlu dipahami untuk mengenali hubungan antara air, lingkungan, dan kehidupan di bumi.
Lapisan Air yang Ada di Permukaan Bumi, di Daratan Lautan
Lapisan air yang ada di permukaan bumi disebut hidrosfer, mengutip dari Modul Pembelajaran Geografi Kelas , hidrosfer berasal dari kata hydro yang berarti air dan sphaira yang berarti lapisan.
Hidrosfer mencakup berbagai bentuk air yang terdapat di bumi, mulai dari samudra, laut, sungai, danau, rawa, gletser, air tanah, hingga air hujan.Jenis-jenis perairan dalam hidrosfer dapat dijelaskan melalui beberapa kelompok berikut.
Pertama, perairan laut, yaitu kumpulan air asin yang menutupi sebagian besar permukaan bumi. Perairan laut mencakup laut dan samudra yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, menjadi habitat berbagai organisme, serta mendukung kegiatan perikanan dan transportasi.
Kedua, perairan darat, yaitu air yang berada di wilayah daratan. Bentuknya meliputi sungai, danau, rawa, dan air tanah. Sungai merupakan aliran air yang bergerak secara alami dari sumbernya menuju muara.
Danau adalah cekungan yang terisi air, sedangkan rawa merupakan wilayah yang tanahnya tergenang air. Air tanah berada di bawah permukaan bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, hidrosfer mencakup air dalam bentuk padat dan gas. Bentuk padat dapat ditemukan pada gletser serta salju di wilayah bersuhu rendah, sedangkan bentuk gas terdapat sebagai uap air di atmosfer.
Seluruh bentuk air tersebut saling berhubungan melalui siklus hidrologi atau siklus air. Proses ini berlangsung ketika air menguap akibat panas matahari, membentuk awan melalui kondensasi, kemudian jatuh sebagai hujan atau salju.
Air yang mencapai permukaan bumi selanjutnya mengalir melalui sungai, meresap ke dalam tanah, atau kembali menuju laut. Siklus air memungkinkan ketersediaan air terus berlangsung secara alami.
Dengan demikian, pemahaman tentang hidrosfer penting dalam pembelajaran geografi untuk mengenali persebaran air, proses perubahannya, serta pengaruhnya terhadap kehidupan dan lingkungan.(Yolan)
Baca juga: Apa yang Mewujudkan Integrasi Sosial dalam Kehidupan? Cari Tahu di Sini