Konten dari Pengguna

Mengapa Angka 13 Dianggap Sial? Fakta dan Mitos yang Jarang Diketahui

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Angka 13 Dianggap Sial,Foto:Unsplash/Waldemar Brandt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Angka 13 Dianggap Sial,Foto:Unsplash/Waldemar Brandt

Mengapa angka 13 dianggap sial menjadi pertanyaan yang sering muncul ketika membahas angka-angka yang memiliki cerita unik di baliknya.

Di berbagai tempat, angka ini punya reputasi yang berbeda dari angka lainnya dan sering kali membuat orang merasa kurang nyaman saat melihat atau menggunakannya.

Mengapa Angka 13 Dianggap Sial dalam Cerita yang Berkembang di Masyarakat?

Ilustrasi Mengapa Angka 13 Dianggap Sial,Foto:Unsplash/Nick Hillier

Mengapa angka 13 dianggap sial? Angka ini dipercaya membawa kesialan karena sudah lama dikaitkan dengan berbagai mitos, cerita menyeramkan, dan kepercayaan yang berkembang di sejumlah budaya.

Dikutip dari situs rri.co.id salah satu cerita yang cukup dikenal berasal dari mitologi Nordik, yang mengisahkan bahwa kehadiran orang ke-13 dalam sebuah jamuan makan dikaitkan dengan datangnya kematian.

Kepercayaan tersebut kemudian berkembang dan membuat angka 13 memiliki kesan yang kurang baik di mata sebagian orang.

Dalam sejarah dan tradisi masyarakat, angka ini kerap dihubungkan dengan kejadian buruk sehingga muncul anggapan bahwa keberadaannya bisa membawa nasib kurang beruntung. Padahal, tidak semua kebudayaan memandang angka 13 dengan cara yang sama.

Di kehidupan sehari-hari, anggapan tentang angka 13 bahkan masih cukup mudah ditemukan. Ada orang yang memilih tidak menggunakan angka tersebut sebagai nomor rumah atau kamar.

Beberapa hotel juga diketahui melewati nomor lantai atau kamar 13, sementara sejumlah maskapai memilih tidak menyediakan kursi bernomor 13.

Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa mitos mengenai angka 13 masih memiliki pengaruh, meskipun kehidupan masyarakat sudah semakin modern.

Dalam psikologi, ketakutan yang berlebihan terhadap angka 13 dikenal sebagai triskaidekaphobia. Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa cemas atau takut terhadap angka 13.

Kepercayaan semacam ini juga dapat berkaitan dengan kecenderungan manusia dalam mencari hubungan atau pola dari berbagai kejadian yang sebenarnya belum tentu memiliki kaitan langsung.

Jika dilihat dari sisi ilmiah, hingga kini tidak ada bukti atau fakta yang menunjukkan bahwa angka 13 benar-benar dapat menyebabkan kesialan. Angka pada dasarnya hanyalah simbol yang digunakan untuk menghitung atau memberi tanda.

Kesan buruk yang melekat pada angka 13 lebih banyak terbentuk dari cerita, budaya, dan kebiasaan yang diwariskan dari waktu ke waktu.

Itulah penjelasan mengapa angka 13 dianggap sial, membawa sial sebenarnya kembali pada kepercayaan masing-masing. Bagi sebagian orang, angka ini mungkin terasa menyeramkan, tetapi bagi yang lain angka 13 hanyalah angka biasa.

Justru karena cerita panjang dan mitos yang mengelilinginya, angka 13 sampai sekarang tetap menjadi salah satu angka yang paling menarik untuk dibicarakan. (shr)

Baca juga: Bagaimana Lebah Bisa Menemukan Bunga untuk Mencari Nektar? Begini Caranya