Konten dari Pengguna

Mengapa Sidik Jari Setiap Orang Berbeda? Ini Penjelasan Ilmiahnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa sidik jari setiap orang berbeda, foto: Meg Jenson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa sidik jari setiap orang berbeda, foto: Meg Jenson

Mengapa sidik jari setiap orang berbeda? Pertanyaan ini berkaitan dengan pola guratan yang tampak pada ujung setiap jari.

Sidik jari menjadi bagian khas dari tubuh yang tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari. Polanya dapat terlihat sederhana, tetapi susunan garisnya memiliki detail yang tidak sama pada setiap orang.

Pola tersebut juga dapat menjadi ciri pembeda yang membuat sidik jari tiap individu tidak mudah tertukar.

Mengapa Sidik Jari Setiap Orang Berbeda dan Apa Ciri Khasnya?

Ilustrasi Mengapa sidik jari setiap orang berbeda. Foto: Unsplash.com/Onur Binay

Mengapa sidik jari setiap orang berbeda? Dikutip dari medlineplus.gov, perbedaan tersebut terjadi karena pembentukan garis kulit dipengaruhi oleh perpaduan faktor genetik dan kondisi yang dialami janin selama perkembangan di dalam rahim.

Pola garis pada ujung jari dikenal sebagai dermatoglyph, yaitu bagian dari struktur kulit yang juga terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, dan jari kaki.

Pembentukan pola sidik jari dimulai ketika janin masih berkembang. Garis-garis kulit mulai terbentuk sekitar bulan ketiga kehamilan dan mencapai bentuk yang lebih sempurna sekitar bulan keenam.

Pada tahap tersebut, perkembangan lapisan kulit, jaringan di bawahnya, pembuluh darah, lemak, serta otot ikut berperan dalam menentukan bentuk dan susunan garis.

Faktor genetik memengaruhi karakter dasar dermatoglyph, termasuk ukuran, bentuk, dan jarak antargaris. Pola tersebut tidak ditentukan oleh satu gen saja, melainkan melibatkan sejumlah gen yang bekerja dalam proses perkembangan kulit dan jaringan tubuh.

Kondisi inilah yang membuat pewarisan pola sidik jari tidak berlangsung secara sederhana seperti warna mata atau golongan darah.

Lingkungan di dalam rahim juga ikut memengaruhi detail akhir sidik jari. Posisi janin, pertumbuhan jaringan, aliran cairan, tekanan pada jari, serta kondisi mikro di sekitar kulit dapat menghasilkan perbedaan kecil selama garis kulit terbentuk.

Perubahan kecil pada tahap perkembangan tersebut kemudian menghasilkan susunan guratan yang berbeda pada setiap jari.

Pola dasar sidik jari umumnya dapat dikelompokkan menjadi tiga bentuk, yaitu lengkung atau arch, lingkaran atau whorl, dan loop.

Kesamaan jenis pola tidak berarti susunan sidik jarinya sama. Jumlah garis, percabangan, titik pertemuan, arah guratan, serta jarak antarbagian dapat berbeda sehingga menghasilkan pola yang khas.

Hal tersebut juga berlaku pada saudara kembar identik. Kembar identik memiliki materi genetik yang hampir sama, tetapi sidik jarinya tetap tidak identik.

Faktor perkembangan di dalam rahim membuat detail pembentukan guratan mengalami variasi sehingga hasil akhirnya tetap berbeda.

Garis sidik jari yang sudah terbentuk juga tidak berubah secara alami seiring bertambahnya usia. Kulit bagian luar memang mengalami pergantian, tetapi pola pada lapisan kulit yang membentuk guratan tetap mempertahankan susunan dasarnya.

Sidik jari dapat mengalami kerusakan sementara akibat luka atau kondisi tertentu, lalu kembali mengikuti pola yang sama ketika kulit pulih selama bagian pembentuk guratan tidak mengalami kerusakan permanen.

Keunikan tersebut membuat sidik jari dapat digunakan untuk membedakan satu individu dari individu lain.

Penelitian mengenai pembentukan dermatoglyph masih terus berkembang karena hanya sebagian kecil gen yang berkaitan dengan proses tersebut telah diketahui secara jelas.

Pada akhirnya, mengapa sidik jari setiap orang berbeda adalah karena berkaitan dengan perpaduan faktor genetik dan kondisi perkembangan janin sebelum lahir.

Proses tersebut menghasilkan detail guratan yang tidak sama, bahkan pada orang dengan materi genetik yang hampir identik. (Suci)

Baca Juga: Mengapa Badai Memiliki Mata? Simak Fakta Uniknya Berikut Ini