Metode Lari Tempo Run beserta Manfaatnya bagi Kesehatan
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berlari adalah salah satu olahraga yang paling mudah dilakukan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Salah satu jenis lari adalah tempo run atau lari bertempo. Praktik tempo run adalah lari dengan intensitas sedang hingga berat.
Mengutip rri.co.id, tempo run dilakukan dengan mempertahankan kecepatan secara berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu. Latihan lari ini dapat diterapkan untuk berbagai jenis lomba, mulai dari 5K hingga maraton, dan sangat membantu pelari yang hendak meningkatkan kemampuan berlari jarak jauh.
Tempo Run adalah Jenis Latihan Lari
Fenomena berlari menjadi salah satu tren yang populer di kalangan anak muda. Salah satu metode lari yang digunakan oleh para pelari adalah dengan melakukan metode tempo run. Tujuan latihan tempo run adalah meningkatkan kecepatan untuk menjaga enduransi.
Latihan tempo run dapat membantu meningkatkan lactate threshold atau ambang batas laktat, yaitu titik ketika laktat mulai terakumulasi di dalam otot. Penumpukan laktat ketika berlari kencang dapat menimbulkan sensasi terbakar, lelah, dan nyeri pada kaki.
Dengan meningkatkan ambang laktat melalui latihan tempo run, penumpukan laktat dapat ditunda sehingga tubuh mampu mempertahankan kecepatan lebih lama tanpa cepat mengalami kelelahan otot berlebih.
Tempo run memberi segudang manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan yang bisa dirasakan oleh tubuh.
1. Meningkatkan Kecepatan dan Efisiensi Lari.
Tubuh dilatih untuk bekerja pada intensitas yang mendekati ambang laktat. Sehingga kemampuan mempertahankan kecepatan menjadi lebih baik.
2. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Aktivitas tempo run membantu meningkatkan kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Latihan ini mendukung sirkulasi darah yang lebih efisien.
3. Memperkuat Otot dan Tulang
Tempo run membantu memperkuat otot kaki karena memberikan tekanan dan beban yang lebih besar dibandingkan lari santai. Namun, latihan tetap perlu dilakukan bertahap agar tubuh dapat beradaptasi.
4. Melatih Ketahanan Mental
Berlari pada kecepatan yang lebih sulit dari biasanya menuntut pelari untuk fokus, disiplin, dan kemampuan menghadapi rasa tidak nyaman.
5. Menjaga Suasana Hati
Aktivitas olahraga ini dapat membantu meningkatkan fokus dan suasana hati, terutama ketika dilakukan selama 20–40 menit.
Cara Melakukan Latihan Tempo Run
Tempo run dapat dilakukan dengan kecepatan comfortably hard, yaitu dengan intensitas yang cukup menantang tetapi masih dapat dipertahankan secara konsisten. Pelari harus memperhatikan tempo agar tidak salah langkah.
Awali latihan ini dengan pemanasan, kemudian berlari pada tempo yang ditargetkan selama durasi tertentu, dan akhiri dengan cool-down. Latihan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan masing-masing.
Tempo run adalah latihan yang berfungsi melatih tubuh menunda penumpukan laktat, meningkatkan efisiensi sistem kardiovaskular dan membangun daya tahan. Kemampuan mempertahankan kecepatan yang menantang membantu tubuh dan mental menghadapi tantangan. (Win)
Baca juga: Personal Best adalah Apa? Simak Penjelasannya di Sini