Konten dari Pengguna

Musim yang Disebabkan oleh Angin Muson Timur di Indonesia

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi musim yang disebabkan oleh angin muson timur. Foto: Unsplash.com/Bernard Hermant
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi musim yang disebabkan oleh angin muson timur. Foto: Unsplash.com/Bernard Hermant

Angin muson timur menyebabkan Indonesia mengalami musim apa? Pertanyaan tersebut berkaitan dengan pola pergantian musim di wilayah tropis.

Pergerakan angin muson dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara antara Benua Asia dan Australia.

Perubahan arah tiupan angin tersebut turut memengaruhi kondisi cuaca dan curah hujan di Indonesia.

Adanya Angin Muson Timur Menyebabkan Indonesia Alami Musim Kemarau

Ilustrasi musim yang disebabkan oleh angin muson timur. Foto: Unsplash.com/set.sj

Dikutip dari bbmkg3.bmkg.go.id, angin muson timur menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau karena membawa massa udara kering dari Benua Australia menuju Benua Asia.

Angin ini umumnya bertiup pada periode April hingga Oktober, meskipun waktu peralihannya dapat berbeda di setiap wilayah.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar wilayah Indonesia menerima curah hujan lebih rendah dibandingkan saat musim hujan.

Angin muson timur juga dikenal sebagai angin monsun Australia. Pergerakannya terjadi karena Benua Australia mengalami tekanan udara relatif tinggi, sedangkan Benua Asia memiliki tekanan udara relatif rendah.

Udara kemudian bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju daerah bertekanan rendah.

Selama perjalanannya menuju Asia, angin tersebut melewati wilayah perairan yang relatif sedikit sehingga tidak membawa banyak uap air. Akibatnya, udara yang sampai di Indonesia cenderung kering dan hujan lebih jarang turun.

Kondisi tersebut menimbulkan beberapa perubahan cuaca dan lingkungan yang dapat dirasakan selama musim kemarau, antara lain:

  • Curah hujan menurun: intensitas hujan berkurang karena massa udara yang dibawa angin relatif kering.

  • Udara lebih panas: suhu pada siang hari dapat terasa lebih tinggi akibat berkurangnya tutupan awan dan hujan.

  • Ketersediaan air berkurang: debit sungai, waduk, dan sumber air lainnya dapat menurun selama kemarau berkepanjangan.

  • Tanah menjadi kering: lahan pertanian yang tidak memiliki sistem irigasi memadai berisiko mengalami kekurangan air.

  • Risiko kebakaran meningkat: vegetasi yang mengering lebih mudah terbakar, terutama di kawasan hutan dan lahan gambut.

Selain angin muson timur, Indonesia juga dipengaruhi oleh angin muson barat yang membawa karakteristik cuaca berbeda.

Angin muson barat bergerak dari Benua Asia menuju Australia dan melewati wilayah perairan luas sehingga membawa banyak uap air.

Akibatnya, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami peningkatan curah hujan dan memasuki musim hujan.

Pergantian kedua jenis angin tersebut berlangsung secara berkala dan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pola musim di Indonesia. Kondisi geografis setiap daerah juga dapat menyebabkan perbedaan waktu awal dan akhir musim.

Dengan demikian, angin muson timur menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau akibat aliran udara kering dari Australia. Kondisi ini membuat masyarakat perlu mengelola persediaan air dan mengantisipasi dampak kekeringan. (Suc)

Baca Juga: Letak Indonesia secara Geografis di Zona Pertemuan Tiga Lempeng Besar Dunia