Konten dari Pengguna

Perbedaan antara Bioteknologi Konvensional dengan Bioteknologi Modern

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa perbedaan antara bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern?,Pexels/Hera Permata
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa perbedaan antara bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern?,Pexels/Hera Permata

Apa perbedaan antara bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern? Pertanyaan ini banyak diperbincakan ketika seseorang mempelajari ilmu Biologi.

Bioteknologi merupakan pemanfaatan makhluk hidup, sel, atau bagian tertentu dari organisme untuk menghasilkan produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia. Penerapannya telah dilakukan sejak zaman dahulu, terutama dalam pembuatan makanan dan minuman.

Perbedaan antara Bioteknologi Konvensional dengan Bioteknologi Modern dalam Ilmu Biologi

Ilustrasi apa perbedaan antara bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern?, Pexels/Mikhail Nilov

Secara umum, bioteknologi dapat dibedakan menjadi bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Keduanya sama-sama memanfaatkan organisme atau komponen biologis, tetapi memiliki perbedaan dalam teknik, tingkat teknologi, serta hasil yang diperoleh.

Apa perbedaan antara bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern? Inilah penjelasan selengkapnya berdasarkan situs web murid.kemendikdasmen.go.id.

Bioteknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan yang memanfaatkan makhluk hidup. Ilmu ini dapat memanfaatkan sel, enzim, atau komponen biologis untuk menghasilkan produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.

Penerapan bioteknologi sebenarnya telah dilakukan sejak zaman dahulu, bahkan sebelum manusia memahami konsep mikroorganisme. Salah satu contohnya adalah fermentasi untuk menghasilkan makanan dan minuman.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teknik bioteknologi semakin berkembang dan menghasilkan metode yang lebih terarah. Berdasarkan teknik yang digunakan, bioteknologi dapat dibedakan menjadi bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

Bioteknologi konvensional memanfaatkan organisme secara langsung melalui proses yang relatif sederhana. Salah satu teknik yang paling banyak digunakan adalah fermentasi dengan bantuan mikroorganisme.

Contohnya adalah pembuatan tempe menggunakan jamur Rhizopus, pembuatan tape dengan bantuan mikroorganisme, serta pembuatan yoghurt menggunakan bakteri tertentu. Bioteknologi konvensional umumnya memanfaatkan kemampuan alami mikroorganisme.

Cabang bioteknologi ini dilakukan tanpa perubahan langsung terhadap materi genetiknya. Prosesnya juga cenderung menggunakan peralatan dan teknologi yang lebih sederhana.

Hasil yang diperoleh dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti suhu, pH, jenis bahan, dan lama fermentasi. Sementara itu, bioteknologi modern menggunakan teknik yang lebih kompleks dan melibatkan ilmu genetika dan biologi molekuler.

Salah satu contohnya adalah rekayasa genetika, yaitu teknik untuk mengubah atau memindahkan materi genetik sehingga organisme memiliki sifat tertentu yang diinginkan. Bioteknologi modern dapat digunakan di bidang kesehatan, pertanian, peternakan, dan industri.

Contoh penerapannya antara lain produksi insulin menggunakan mikroorganisme yang telah dimodifikasi secara genetik, pengembangan tanaman dengan sifat tertentu, serta pembuatan vaksin dan produk medis menggunakan teknologi biologi molekuler.

Apa perbedaan antara bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern? Perbedaan utama bioteknologi konvensional dan modern terletak pada teknik dan tingkat teknologi yang digunakan.

Baca juga: Cara Pemanfaatan Bioteknologi dalam Bidang Kedokteran