Perubahan Rumusan Sila Pertama Piagam Jakarta yang Menjaga Persatuan Bangsa
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila merupakan hasil perubahan rumusan sila pertama dari Piagam Jakarta. Perubahan rumusan sila pertama Piagam Jakarta diprakarsai oleh tokoh penting di Indonesia.
Ide perubahan tersebut terjadi karena kepentingan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, termasuk rasa persatuan dan kesatuan. Perubahan tersebut menghasilkan sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Perubahan Rumusan Sila Pertama Piagam Jakarta Diprakarsai oleh Tokoh Penting
Sejarah Indonesia merupakan pembahasan yang tidak pernah selesai dalam satu waktu singkat. Negeri ini mempunyai banyak fakta sejarah yang menarik serta perlu diketahui oleh generasi muda.
Salah satu di antaranya adalah fakta bahwa Pancasila merupakan hasil perubahan rumusan sila pertama dari Piagam Jakarta. Perubahan rumusan sila pertama Piagam Jakarta diprakarsai oleh Mohammad Hatta.
Dikutip dari buku Sejarah Gereja Indonesia: Pertumbuhan Benih Injil dari Sumatra sampai Papua karya Situmorang (2024: 147), isi sila pertama Piagam Jakarta adalah “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”.
Sila tersebut tentu berbeda dengan sila pertama Pancasila yang berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Perubahan terjadi karena bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam agama sehingga penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan.
3 Faktor yang Memicu Perubahan Sila Pertama Piagam Jakarta
Mohammad Hatta memberikan pendapat yang visioner untuk menjaga keutuhan bangsa. Mengutip dari buku yang sama karya Situmorang (2024: 148), berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi perubahan naskah berdasarkan pendapat Mohammad Hatta.
Rakyat Indonesia mempunyai latar belakang keagamaan serta kepercayaan yang beragam dan berbeda antara satu sama lain.
Moh. Hatta sebagai tokoh pendiri bangsa Indonesia menunjukkan usaha untuk menampung berbagai aspirasi serta pendapat, terutama dari perwakilan Indonesia Timur.
Perubahan dilakukan dalam rangka mempertahankan keutuhan bangsa serta mempererat persatuan dan kesatuan.
Jika melihat faktor-faktor tersebut, jelas bahwa misi utamanya merupakan persatuan dan kesatuan bangsa. Mohammad Hatta sebagai tokoh penting bangsa Indonesia telah mengupayakannya sejak awal negara ini dibentuk.
Baca juga: Keputusan Penting Hasil Sidang PPKI Tanggal 18 Agustus 1945 bagi Indonesia
Perubahan rumusan sila pertama Piagam Jakarta diprakarsai oleh Mohammad Hatta. Oleh karena itu, penting bagi generasi penerus untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagaimana perjuangan para pendahulu bangsa Indonesia. (AA)