Konten dari Pengguna

Posisi Badan yang Benar Saat Melakukan Lari Cepat agar Gerakan Lebih Efektif

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Saat melakukan lari cepat posisi badan yang benar adalah,Foto:Unsplash/sporlab
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Saat melakukan lari cepat posisi badan yang benar adalah,Foto:Unsplash/sporlab

Saat melakukan lari cepat posisi badan yang benar adalah hal yang perlu diperhatikan agar gerakan selama berlari terasa nyaman dan terarah.

Teknik berlari tidak hanya berkaitan dengan kecepatan langkah kaki, tetapi juga melibatkan koordinasi gerakan tubuh secara keseluruhan.

Teknik Posisi Badan yang Benar Saat Melakukan Lari Cepat

Ilustrasi Saat melakukan lari cepat posisi badan yang benar adalah,Foto:Unsplash/Hannah Coleman

Saat melakukan lari cepat posisi badan yang benar adalah hampir tegak lurus terhadap permukaan tanah dengan tubuh sedikit condong ke depan, sekitar 60 derajat sesuai teknik yang digunakan dikutip dari Jurnal Peningkatan Lari 40 Meter Melalui Pendekatan Bermain Di Sdn 04 Nanga Koman Kabupaten Sekadau oleh Matyani,dkk.

Sikap tubuh ini perlu diperhatikan agar gerakan saat berlari terasa lebih nyaman dan tidak menghambat kecepatan.

Posisi badan saat melakukan lari cepat sebaiknya tetap menghadap ke depan dengan pandangan lurus ke arah lintasan. Tubuh tidak perlu terlalu membungkuk ataupun terlalu tegak ke belakang.

Condongnya badan ke depan membantu menjaga titik berat tubuh berada di depan sehingga gerakan berlari dapat berlangsung dengan lebih efektif. Posisi tersebut tetap harus terasa alami agar pelari bisa bergerak dengan leluasa.

Selain posisi badan, gerakan kepala dan bahu juga perlu diperhatikan. Kepala sebaiknya tetap tegak dengan pandangan mengarah ke depan, sedangkan bahu dijaga agar tidak terlalu tegang.

Jika bahu kaku atau tubuh terlalu membungkuk, gerakan tangan dan kaki bisa menjadi kurang leluasa. Pelari perlu menjaga keseimbangan tubuh selama berlari, terutama ketika berusaha meningkatkan kecepatan.

Kecepatan lari juga dipengaruhi oleh ayunan kedua lengan. Saat berlari, lengan diayunkan secara bergantian mengikuti langkah kaki dengan gerakan yang rileks.

Kedua tangan dapat dikepalkan secara ringan, dengan ibu jari menyilang pada jari telunjuk sesuai teknik yang diajarkan.

Ayunan lengan yang teratur membantu menjaga keseimbangan sekaligus mendukung gerakan kaki agar lebih terkoordinasi. Sebaliknya, ayunan yang terlalu kaku justru dapat membuat gerakan terasa berat.

Agar posisi tubuh tetap baik, latihan lari cepat sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pelari dapat memulainya dengan jogging ringan, kemudian berlatih meningkatkan kecepatan sambil memperhatikan sikap tubuh, ayunan lengan, dan langkah kaki.

Pemanasan juga penting dilakukan sebelum latihan untuk mempersiapkan otot dan mengurangi risiko cedera.

Dengan memperhatikan posisi badan yang benar saat melakukan lari cepat gerakan menjadi lebih seimbang dan kecepatan dapat ditingkatkan.

Latihan yang rutin dan benar akan membantu pelari mengembangkan kecepatan sekaligus menjaga keseimbangan selama berlari. (shr)

Baca juga: Metode Lari Tempo Run beserta Manfaatnya bagi Kesehatan