Konten dari Pengguna

Rukun Iman kepada Malaikat dan Makna Keimanan dalam Islam

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rukun iman kepada malaikat dalam Islam. Foto: Unsplash.com/Muhammad Adil
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rukun iman kepada malaikat dalam Islam. Foto: Unsplash.com/Muhammad Adil

Iman kepada malaikat adalah rukun iman yang ke berapa? Rukun iman merupakan dasar keyakinan yang perlu dipahami oleh setiap muslim sejak dini.

Enam perkara dalam rukun iman berkaitan dengan kepercayaan terhadap Allah dan hal-hal gaib yang dijelaskan dalam ajaran Islam.

Setiap perkara memiliki kedudukan tersendiri dalam membentuk akidah seorang muslim dan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam Ajaran Islam, Rukun Iman kepada Malaikat ada di Urutan Kedua

Ilustrasi rukun iman kepada malaikat dalam Islam. Foto: Unsplash.com/mhrezaa

Iman kepada malaikat adalah rukun iman yang ke berapa? Dikutip dari baznas.go.id, iman kepada malaikat menempati urutan kedua, tepat setelah iman kepada Allah Swt.

Keyakinan ini mengajarkan umat Islam untuk mempercayai keberadaan malaikat sebagai makhluk ciptaan Allah yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh manusia.

Urutan enam rukun iman dijelaskan melalui hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Dalam hadis tersebut, Rasulullah saw. menerangkan bahwa iman mencakup kepercayaan kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari akhir, serta qada dan qadar. Keenam perkara tersebut menjadi satu kesatuan yang mendasari keimanan dalam Islam.

Malaikat memiliki sifat yang berbeda dari manusia. Dalam ajaran Islam, malaikat diciptakan dari cahaya dan senantiasa patuh kepada Allah.

Malaikat tidak memiliki sifat membangkang terhadap perintah-Nya, sehingga setiap tugas dijalankan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Keberadaan malaikat juga diterangkan dalam Al-Qur'an, salah satunya surah An-Nisa ayat 136. Ayat tersebut menjelaskan pentingnya beriman kepada Allah, Rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, malaikat, dan perkara keimanan lainnya.

Dalil ini menegaskan bahwa kepercayaan kepada malaikat merupakan bagian penting dari akidah Islam, bukan sekadar pengetahuan tentang makhluk gaib.

Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah malaikat yang dikenal melalui tugasnya. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul.

Malaikat Mikail bertugas mengatur hal-hal yang berkaitan dengan rezeki atas izin Allah, sedangkan Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat.

Ada pula Malaikat Munkar dan Nakir yang dikaitkan dengan pertanyaan di alam kubur serta Malaikat Raqib dan Atid yang mencatat amal perbuatan manusia.

Mempercayai keberadaan malaikat juga dapat memengaruhi perilaku sehari-hari. Kesadaran bahwa amal manusia dicatat mendorong seseorang untuk menjaga ucapan, bersikap jujur, dan menghindari tindakan yang merugikan orang lain.

Keimanan ini juga mengajarkan bahwa kehidupan tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang dapat ditangkap oleh pancaindra, tetapi juga mencakup perkara gaib yang diterangkan melalui wahyu.

Enam rukun iman dalam Islam secara berurutan adalah iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, hari akhir, serta qada dan qadar.

Seluruhnya perlu diyakini sebagai bagian dari ajaran Islam dan menjadi landasan dalam menjalankan kehidupan beragama.

Iman kepada malaikat adalah rukun iman yang kedua setelah iman kepada Allah Swt. Keyakinan tersebut dapat diperkuat dengan mempelajari dalil agama serta menerapkan nilai keimanan melalui perilaku yang baik. (Suc)

Baca Juga: Waktu Sholat Dzuhur di Hari Jumat untuk Wanita, Umat Islam Wajib Tahu