Token Listrik 100 Ribu Berapa kWh Daya 1300? Temukan Jawabannya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika hendak membeli token, masih ada hal yang sering membuat penasaran, terutama mengenai token listrik 100 ribu berapa kWh daya 1300.
Besaran nominal yang dibayarkan ternyata tidak selalu dapat langsung disamakan dengan jumlah energi listrik yang diterima.
Hal tersebut berkaitan dengan daya listrik yang digunakan pada suatu rumah, termasuk pelanggan dengan daya 1.300 VA.
Token Listrik 100 Ribu Berapa kWh Daya 1300 Sesuai PPJ?
Token listrik 100 ribu berapa kWh daya 1300 menjadi hal yang perlu diketahui sebelum melakukan pembelian listrik prabayar.
Nominal Rp100.000 memang terlihat sederhana, tetapi jumlah energi listrik yang diperoleh tidak selalu sama di setiap wilayah. Hal tersebut karena nilai token yang dibeli akan berkaitan dengan tarif listrik dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang berlaku.
Oleh sebab itu, jumlah kWh yang masuk ke meteran tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat nominal pembelian.
Dikutip dari akun TikTok @guntur.ranji, untuk pelanggan dengan daya 1.300 VA, pembelian token listrik Rp100.000 umumnya menghasilkan sekitar 67 hingga 68 kWh.
Namun, jumlah tersebut dapat berbeda apabila daerah tempat pelanggan berada menerapkan PPJ dengan persentase yang lebih tinggi.
Dalam kondisi tertentu, jumlah energi listrik yang diperoleh dapat berada di kisaran 53 hingga 55 kWh. Perbedaan ini terjadi karena sebagian nominal pembelian digunakan untuk membayar PPJ.
Pajak Penerangan Jalan merupakan salah satu komponen yang memengaruhi jumlah kWh dari pembelian token. Besaran PPJ biasanya berkisar antara 2,4 persen hingga 10 persen, bergantung pada ketentuan yang berlaku di daerah masing-masing.
Dengan adanya potongan tersebut, nilai uang yang digunakan untuk mendapatkan energi listrik menjadi lebih kecil daripada nominal token yang dibayarkan.
Sebagai contoh, perhitungan dapat dilihat pada wilayah yang menerapkan PPJ sebesar 2,4 persen, seperti Jakarta.
Jika nominal token yang dibeli sebesar Rp100.000, potongan PPJ sebesar 2,4 persen adalah Rp2.400. Setelah dikurangi dengan PPJ, nilai bersih yang digunakan untuk memperoleh energi listrik menjadi Rp97.600.
Selanjutnya, tarif dasar listrik untuk pelanggan dengan daya 1.300 VA adalah Rp1.444,70 per kWh. Nilai bersih tersebut kemudian dibagi dengan tarif listrik untuk mengetahui jumlah energi yang diperoleh.
Perhitungannya adalah Rp97.600 dibagi Rp1.444,70, sehingga menghasilkan sekitar 67,55 kWh.
Dengan demikian, berdasarkan simulasi PPJ sebesar 2,4 persen, pembelian token listrik Rp100.000 untuk daya 1.300 VA menghasilkan kurang lebih 67,55 kWh.
Sementara itu, jika PPJ yang berlaku di suatu daerah lebih tinggi, jumlah kWh yang diterima dapat menjadi lebih rendah.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa nominal token yang sama belum tentu menghasilkan jumlah kWh yang persis sama.
Karena itu, besaran PPJ menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika menghitung jumlah listrik yang diperoleh dari pembelian token Rp100.000 untuk pelanggan dengan daya 1.300 VA. (RAHMA)
Baca juga: Stilistika adalah Apa? Ini Pengertian dan Ruang Lingkupnya