Zat Cair Berminyak yang Dapat Terbakar dan Karakteristiknya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zat cair berminyak yang dapat terbakar mengandung aspal merujuk pada minyak mentah atau disebut crude oil. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), secara spesifik zat ini disebut dengan petroleum.
Dikutip dari Dasar-Dasar Kimia Analisis, Yopi Sartika dkk, 2023, 248, petroleum adalah sebuat zat cair berminyak yang dapat terbakar. Zat ini memiliki warna yang bermacam-macam dan merupakan campuran dari hidrokarbon dan zat lainnya.
Petroleum: Zat Cair Berminyak yang Dapat Terbakar Mengandung Aspal
Zat cair berminyak yang dapat terbakar mengandung aspal dalam industri pertambangan dan kimia dikenal sebagai petroleum. Zat cair ini adalah minyak bumi mentah yang belum dimurnikan, di mana fraksi terberat yang ada di dalamnya membentuk komponen bitumen atau aspal.
Minyak bumi atau petroleum yang mengandung aspal diklasifikasikan sebagai jenis minyak berat (heavy crude oil). Berikut adalah karakteristik utamanya yang dilihat dari sifat fisik dan kimianya:
Berwarna cokelat gelap hingga hitam pekat dengan tekstur begitu kental (viskositas tinggi).
Bersifat termoplastis atau peka suhu karena zat ini sangat dipengaruhi oleh temperatur. Pada saat dipanaskan, zat berminyak ini akan melunak atau mencair, dan ketika suhunya turun (didinginkan), zat ini akan mengental atau mengeras kembali.
Hidrokarbon berat yang ada di dalamnya (bitumen) bersifat kedap air dan tidak dapat larut dalam air. Sedangkan komponen aspalnya dapat larut di dalam pelarut kimia organik seperti kloroform atau eter.
Memiliki daya rekat (adhesif) yang sangat kuat karena kandungan aspalnya. Ini membuat zat ini menjadi material paling top untuk pengikat agregat (batuan) pada konstruksi jalan.
Selain semua ciri tersebut, petroleum memiliki komposisi campuran yang kompleks. Diantaranya campuran kaya senyawa hidrokarbon dan zat lainnya.
Komponen pembentuk aspalnya didominasi oleh unsur karbon yang mencapai 80-88%, hidrogen 10%, belerang atau sulfur 6%), serta sedikit oksigen dan nitrogen.
Zat ini juga mengandung fraksi asphaltene. Senyawa ini memberikan warna hitam pekat, sifat keras dan padat pada minyak, terlebih ketika diolah menjadi produk akhir.
Zat ini dapat dipisahkan melalui proses destilasi (penyulingan). Karakteristik zat cair berminyak ini bisa dipisahkan menjadi berbagai produk bakar.
Melalui proses destilasi bertingkat ini, fraksi ringannya akan menguap menjadi bensin, minyak tanah, dan solar. Sedangkan komponen aspalnya akan tertinggal di bagian bawah sebagai residu padat dan semi-padat.
Zat cair berminyak yang dapat terbakar adalah petroleum. Dengan banyak tahap proses penyulingan, zat inilah yang menjadi bahan bakar pada berbagai moda kendaraan. (Aya)
Baca juga: Komoditas Ekspor Indonesia yang Berasal dari Pertanian