Konten dari Pengguna

Dlingo Awad 2026, Malam Apresiasi dan Perpisahan YSI KPM UMY Bersama Warga

UKM KPM UMY

UKM KPM UMY

Kelompok Penelitian Mahasiswa

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UKM KPM UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Kegiatan Dlingo Award
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Kegiatan Dlingo Award

Bantul – Tim Young Sustainable Initiative (YSI) UKM Kelompok Penelitian Mahasiswa (KPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Dlingo Award 2026 di Balai Kebudayaan Kalurahan Dlingo, Kabupaten Bantul, pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini menjadi malam apresiasi sekaligus perpisahan antara tim pelaksana dan masyarakat setelah menjalani rangkaian program pemberdayaan bersama.

Dlingo Award tidak hanya menjadi penutup kegiatan, tetapi juga momentum untuk mengenang perjalanan program, memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi, serta merayakan kebersamaan yang telah terjalin selama pelaksanaan program.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Dlingo, Agus Purnomo, perwakilan Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal), Sanggar Hastabrata, tim pelaksana, relawan, kelompok masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta warga Kalurahan Dlingo.

Berikan Apresiasi kepada Mitra dan Masyarakat

Salah satu agenda utama Dlingo Award 2026 adalah pemberian penghargaan kepada mitra dan masyarakat yang berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan.

Sanggar Hastabrata menerima penghargaan sebagai Mitra Pemberdayaan dalam Aspek Kebudayaan atas kontribusinya dalam mendukung pelestarian dan pengembangan potensi seni serta budaya masyarakat Dlingo.

Penghargaan juga diberikan kepada Kalurahan Dlingo sebagai Mitra Pemberdayaan Masyarakat atas dukungan dan kolaborasinya dalam pelaksanaan berbagai kegiatan. Sementara itu, Nawasena memperoleh penghargaan sebagai Mitra Inovatif dan Pengembangan atas kontribusinya dalam mendukung gagasan serta pengembangan potensi masyarakat.

Selain mitra, apresiasi diberikan kepada masyarakat yang aktif berpartisipasi selama program berlangsung. Warsinah terpilih sebagai penerima penghargaan dalam kategori individu teraktif. Adapun Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Arum meraih penghargaan sebagai kelompok teraktif dengan total 13 kali kehadiran selama program berjalan.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas partisipasi masyarakat dalam mendukung keberlangsungan program. Keterlibatan pemerintah kalurahan, mitra, kelompok masyarakat, dan warga menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dapat berjalan dengan baik.

Kenang Perjalanan Program Lewat Pertunjukan dan After Movie

Selain pemberian penghargaan, Dlingo Award 2026 dimeriahkan dengan berbagai penampilan hiburan. Duet Bu Supri dan Bu Eeng turut memeriahkan acara, disusul penampilan Bollywood dari tim pelaksana YSI KPM UMY.

Suasana semakin berkesan melalui pemutaran after movie yang merangkum perjalanan program dan berbagai momen kebersamaan antara tim pelaksana dengan masyarakat Dlingo.

Pemutaran video tersebut menjadi ruang refleksi bagi para peserta untuk kembali mengenang pengalaman, proses belajar, dan interaksi yang terjalin selama program berlangsung. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan flashmob dan sesi dokumentasi bersama sebagai penutup kegiatan.

Bagi tim pelaksana YSI KPM UMY 2026, malam tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat dan seluruh mitra yang telah mendukung pelaksanaan program. Dukungan dan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan kegiatan pemberdayaan di Kalurahan Dlingo.

Perpisahan yang Menyisakan Kenangan dan Kebersamaan

Berakhirnya rangkaian program tidak serta-merta menghapus hubungan yang telah terbangun antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui Dlingo Award, tim pelaksana dan warga merayakan proses yang telah dilalui bersama, mulai dari kolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan hingga berbagai pengalaman yang mempererat hubungan antarpihak.

Malam apresiasi ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari partisipasi masyarakat, kerja sama yang terbangun, dan manfaat yang dapat terus dirasakan setelah program berakhir.

Bagi YSI UKM KPM UMY 2026 dan masyarakat Kalurahan Dlingo, Dlingo Award menjadi penutup perjalanan pengabdian yang menyimpan banyak cerita. Penghargaan yang diberikan bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap kontribusi setiap pihak dalam membangun kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, semangat kolaborasi dan pemberdayaan diharapkan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Dlingo. Sebab, ketika sebuah program berakhir, nilai-nilai dan kenangan yang dibangun bersama tetap dapat menjadi bekal untuk melanjutkan langkah berikutnya.