Bagaimana Seseorang dengan Fixed Mindset Merespon Kegagalan?

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat 2 jenis mindset yaitu growth mindset dan fixed mindset yang bisa dibedakan dari cara seseorang menghadapi kegagalan. Lantas bagaimana seseorang dengan fixed mindset merespon kegagalan atau kesulitan dalam pengembangan kepribadian?
Setiap manusia pasti pernah menghadapi kegagalan yang membedakan hanyalah caranya merespon kegagalan itu seperti apa. Jika mindsetnya maju, kegagalan itu bisa menjadi peluang keberhasilan yang bisa diraih di kemudian hari.
Apa Itu Fixed Mindset?
Mengutip dari buku Cerdas Berkarakter Menyongsong Generasi Emas 2045, Sri Sugiastuti dan Prof. Richardus Eko Indrajit, (2023:151), fixed mindset didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas diri sudah ditetapkan.
Seseorang itu berpikir bahwa setiap orang sudah ditakdirkan untuk memiliki kecerdasan tertentu, kepribadian tertentu, dan karakter tertentu. Berikut ini beberapa ciri yang menggambarkan sosok fixed mindset.
Orang tersebut percaya bahwa bakat, sifat, inteligensi itu sudah diwariskan atau diturunkan kepada anak.
Belum mencoba sudah menyerah duluan.
Menghindari tantangan di depan mata.
Kesuksesan orang lain dianggap sebagai ancaman bukan motivasi.
Merasa bahwa usaha yang dilakukan selama ini itu tidak ada gunanya.
Mengabaikan kritik yang bersifat membangun.
Bagaimana Seseorang dengan Fixed Mindset Merespon Kegagalan atau Kesulitan dalam Pengembangan Kepribadian? Ini Penjelasannya
Pemilik fixed mindset dan growth mindset memiliki perbedaa ketika berhadapan dengan kegagalan hidup. Lantas bagaimana seseorang dengan fixed mindset merespon kegagalan atau kesulitan dalam pengembangan kepribadian? Berikut jawaban selengkapnya.
1. Terus Menerus Mengkritik Dirinya Sendiri
Alih-alih menjadikan kegagalan sebagai peluang untuk bangkit kembali, pemilik fixed mindset akan terus mengutuk dan menyalahkan dirinya sendiri karena sudah gagal.
Orang tersebut mengabaikan kritik orang lain yang bersifat membangun dan selalu menyalahkan dirinya.
2. Merasa Putus Asa
Saat berhadapan dengan kegagalan, orang tersebut akan langsung putus asa dan mudah menyerah. Padahal kegagalan merupakan bagian dari hidup dan tidak ada yang instan di dunia ini.
Semua manusia harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Di tengah jalan menuju tujuan, pasti akan menemukan hambatan dan kegagalan yang harus dihadapi dengan berani.
3. Merasa Terancam dengan Kesuksesan Orang Lain
Ketika melihat orang lain lebih sukses dan berhasil dibanding dirinya, orang tersebut pasti merasa iri dan minder dan yakin bahwa dirinya tidak bisa mencapai hal yang sama.
Bagaimana seseorang dengan fixed mindset merespon kegagalan atau kesulitan dalam pengembangan kepribadian? Jawabannya sudah dijelaskan di atas yaitu orang tersebut akan mengkritik dirinya sendiri terus menerus. (GTA)
Baca Juga: Mengenal Mindset Shift dalam Metode Manajemen Stres Psikologi
