Mengenal Penyebab Pregnancy Nose Pada Ibu Hamil

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![Ilustrasi. [penyebab pregnancy nose]. Sumber :[Pexels.com/Dominika Roseclay]](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01h4wznxv6rdx8dr436faasqbn.jpg)
Banyak sekali perubahan yang terjadi pada wanita hamil. Salah satunya adalah hidung membesar atau pregnancy nose. Penyebab pregnancy nose pada ibu hamil ini terjadi bersamaan dengan perubahan fisik lainnya.
Istilah yang pernah viral di media sosial TikTok ini adalah kondisi wajar bagi ibu-ibu hamil dan akan membaik dengan sendirinya setelah melahirkan. Walaupun begitu, bagi yang baru hamil pertama kali akan bertanya-tanya apa penyebab hidung membesar.
Penyebab Preganancy Nose
Mengutip dari laman parents.com, bahwa terjadinya perubahan pada ukuran hidung merupakan hal wajar dan setiap ibu hamil mengalaminya. Selain itu, perubahan fisik yang terjadi tidak hanya di hidung saja melainkan juga anggota tubuh lain, seperti pinggang dan kaki.
Kondisi ini akan membaik dengan sendirinya setelah melahirkan. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau ada beberapa ibu hamil yang mengkhawatirkan hal tersebut. Walaupun pregnancy nose tidak termasuk istilah medis, banyak wanita yang mengalaminya.
Penyebabnya adalah karena pengaruh hormon yang menyebabkan ukuran hidung membesar, khususnya menjelang kelahiran. Hormon kehamilan dapat meningkatkan volume darah sehingga ukuran tubuh berubah.
Peningkatan volume darah tentu baik bagi pertumbuhan janin dan rahim. Selain itu, kondisi hidung membesar ini juga disertai dengan gejala hidung tersumbat dan bersin. Hal ini wajar terjadi pada wanita hamil.
Kapan Perlu Dibawa ke Dokter?
Lalu, kapan ibu hamil perlu pergi ke dokter? Kalau gejala yang muncul tidak hanya perubahan pada hidung saja melainkan juga adanya masalah penglihatan, sakit kepala, wajah dan tangan membengkak. Kondisi ini disebut dengan istilah preeklamsia yang terjadi setelah 20 minggu kehamilan.
Preeklamsia yang tidak segera teratasi bisa menyebabkan kelahiran bayi prematur atau berat bayi kurang saat melahirkan. Tidak hanya itu, preeklamsia berat juga bisa menyebabkan kejang hingga stroke.
Akan tetapi, kalau ibu hamil khawatir terhadap perubahan yang terjadi walaupun tidak mengalami gejala preeklamsia, bisa tetap pergi ke dokter. Nantinya, dokter akan memberikan perawatan yang dibutuhkan. Adapun cara mengatasi pregnancy nose adalah sebagai berikut.
Tidak berdiri terlalu lama
Tidak menggunakan pakaian yang terlalu ketat
Mengkonsumsi air yang cukup
Mengurangi konsumsi kafein
Mengompres air dingin ke bagian tubuh yang bengkak
Baca Juga: 6 Manfaat Strawberry Untuk Ibu Hamil
Penyebab pregnancy nose pada ibu hamil adalah perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh. Jika muncul gejala lain selain perubahan ukuran hidung, bisa memeriksakan diri ke dokter kandungan. (GTA)
