Konten dari Pengguna

Pengertian Siklus Hidrologi beserta Jenis Siklusnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Siklus Hidrologi Adalah. Sumber: Pixabay/Diego_Torres
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siklus Hidrologi Adalah. Sumber: Pixabay/Diego_Torres

Siklus hidrologi adalah salah satu materi yang dipelajari dalam ilmu geografi. Materi ini berkaitan dengan peredaran air di bumi.

Air sendiri sangat akrab dengan kehidupan manusia sehari-hari, bahkan merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup. Tanpa disadari, air di bumi tidak pernah habis dan jumlahnya tetap. Hal ini disebabkan oleh adanya siklus hidrologi.

Pengertian Siklus Hidrologi

Ilustrasi Siklus Hidrologi Adalah. Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures

Seperti namanya, siklus hidrologi terdiri dari dua istilah, yakni siklus dan hidrologi. Siklus adalah putaran rangkaian kejadian yang berulang-ulang secara tetap dan teratur.

Sedangkan hidrologi merupakan istilah yang berkaitan dengan ilmu tentang air. Hal ini meliputi peredaran, keterdapatannya, serta hubungannya dengan lingkungan dan makhluk hidup.

Dikutip dari buku IPS Terpadu 1B Kelas VII, Anwar Kurnia (2007:55), siklus hidrologi adalah peredaran air secara umum dari laut ke atmosfer melalui penguapan, kemudian jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan, mengalir di atas permukaan dan di dalam tanah sebagai sungai yang menuju ke laut.

Sebagaimana pengertian siklus, siklus hidrologi terus berulang dari waktu ke waktu. Hal inilah yang membuat pasokan air di bumi tidak pernah habis.

Proses siklus hidrologi bermula dari energi panas matahari yang menyinari air di permukaan bumi. Karena energi sinar matahari, suhu air di permukaan daratan dan laut naik dan menyebabkan sebagian air di permukaan bumi berubah menjadi uap.

Peristiwa penguapan air di permukaan bumi disebut dengan evaporasi. Uap air kemudian bergerak menuju atmosfer. Setelah mengalami beberapa proses, uap berubah menjadi awan.

Awan bergerak ke tempat yang bertekanan rendah, dan akhirnya turun ke permukaan bumi dalam bentuk air atau salju. Air hujan kemudian meresap melalui pori-pori tanah dan sebagian lagi mengalir dalam bentuk parit dan sungai yang mengalir menuju laut.

Air yang tersaring meresap ke tanah kemudian menjadi air tanah. Adapun air tanah pada tempat tertentu dapat muncul sebagai mata air. Keseluruhan proses ini terjadi berputar dari waktu ke waktu.

Baca juga: 3 Proses Terjadinya Hujan dan Penjelasannya

Jenis Siklus Hidrologi

Ilustrasi Siklus Hidrologi Adalah. Sumber: Pixabay/15079075

Anwar Kurnia (2007:55) dalam bukunya menjelaskan bahwa secara umum siklus hidrologi terbagi menjadi 3 jenis. Berikut di antaranya.

1. Siklus Pendek

Siklus pendek adalah penguapan yang terjadi di permukaan laut, terjadi kondensasi. Kemudian membentuk awan dan akhirnya terjadi hujan yang jatuh ke laut lagi.

2. Siklus Sedang

Siklus sedang adalah penguapan yang terjadi di permukaan laut, terjadi kondensasi, uap air terbawa oleh angin, kemudian terbentuk awan di atas daratan, terjadi hujan di daratan, dan mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan.

3. Siklus Panjang

Siklus panjang adalah penguapan yang terjadi di permukaan laut, terjadi kondensasi, uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi, kemudian jatuh sebagai salju.

Setelah menjadi salju, lalu terbentuk gletser, mengalir ke sungai dan selanjutnya kembali lagi ke laut.

Sekian penjelasan mengenai pengertian siklus hidrologi beserta jenisnya. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa siklus hidrologi adalah gerakan sirkulasi terbentuknya air di bumi. (YAS)