Seledri Asam Urat Bukan Obat, Penelitian Bilang Ia Bisa Pendamping yang Efektif

Pharmacy Major in State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Rizqi Amalia Aprianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setiap habis Lebaran, pencarian "seledri asam urat" selalu melonjak di internet. Setelah seminggu penuh menyantap opor, rendang, dan jeroan, sendi jempol kaki mulai protes dan jus seledri pun disebut-sebut sebagai penyelamatnya. Tapi benarkah seledri bisa membantu mengatasi asam urat? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak, dan penelitian terbaru memberikan gambaran yang jauh lebih menarik dari sekadar mitos atau fakta.

Seledri Asam Urat, Ini Senyawa Aktif di Baliknya
Sebelum memutuskan percaya atau tidak, penting untuk tahu bahwa seledri memang mengandung senyawa yang secara ilmiah relevan terhadap mekanisme pembentukan asam urat di dalam tubuh.
Seledri dianggap sebagai tanaman herbal potensial untuk pencegahan dan pengobatan asam urat berkat kemampuannya menurunkan kadar asam urat, menghambat xanthine oxidase, serta efek antiinflamasi dan analgesiknya yang sudah dibuktikan oleh berbagai penelitian. Di antara senyawa dalam biji seledri, dua flavonoid yaitu apigenin dan luteolin telah terbukti berkaitan dengan aktivitas farmakologis tersebut.
Xanthine oxidase adalah enzim kunci di dalam tubuh yang bertanggung jawab memproduksi asam urat. Logikanya sederhana yaitu semakin terhambat enzim ini bekerja, semakin sedikit asam urat yang diproduksi. Dan inilah titik kerja utama senyawa dalam seledri.
Apa yang Dibuktikan Penelitian ??
Buktinya bukan sekadar klaim tradisional. Penelitian laboratorium mengidentifikasi beberapa senyawa dalam ekstrak biji seledri yang terbukti menghambat aktivitas xanthine oxidase secara bergantung dosis, termasuk luteolin dan apigenin. Studi ini menegaskan dasar kimiawi seledri sebagai suplemen makanan antigout.
Pada uji klinis yang lebih langsung, hasilnya juga cukup menjanjikan. Penelitian di Indonesia menunjukkan penurunan rata-rata kadar asam urat sebesar 2,017 mg/dl pada kelompok yang mengonsumsi ekstrak seledri, sementara kelompok kontrol hanya turun 0,202 mg/dl. Analisis statistik mengkonfirmasi bahwa ekstrak seledri memiliki efek nyata dalam menurunkan kadar asam urat.
Riset terbaru 2025 melengkapi gambaran ini lebih jauh. Apigenin dalam seledri terbukti dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah, mendorong ekskresi asam urat melalui penghambatan transporter URAT1 dan GLUT9, sekaligus menekan peradangan dengan menghambat sitokin inflamasi seperti IL-1 beta, IL-6, dan TNF-alfa.
Tiga mekanisme sekaligus yaitu produksi ditekan, pembuangan dipercepat, dan peradangan diredam. Ini bukan efek tunggal yang sederhana.
Tapi Tunggu, Ada Batasannya !!
Di sinilah bagian yang sering dilewati oleh konten kesehatan viral. Penelitian menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Apigenin pada dosis 25 mg per kg berat badan terbukti menurunkan asam urat secara signifikan pada tikus hiperuresemia. Namun pada dosis yang jauh lebih tinggi sekalipun, satu penelitian lain justru gagal menunjukkan penurunan kadar asam urat dan aktivitas xanthine oxidase yang berarti.
Artinya, efektivitas seledri terhadap asam urat bergantung pada banyak faktor yaitu konsentrasi senyawa aktifnya, cara pengolahannya, dosis yang dikonsumsi, dan kondisi tubuh masing-masing orang. Jus seledri yang dibuat di rumah dengan jumlah batang yang tidak terstandarisasi sangat berbeda dari ekstrak seledri yang digunakan dalam uji klinis.
Catatan penting lainnya, penelitian juga menemukan bahwa ekstrak biji seledri pada konsentrasi 50 mg per ml menunjukkan tingkat penghambatan yang tinggi terhadap beberapa enzim sitokrom P450 di hati. Ini berarti ada potensi interaksi dengan obat-obatan tertentu yang juga dimetabolisme oleh enzim yang sama. Bagi penderita asam urat yang sudah mengonsumsi obat seperti allopurinol, ini bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja.
Jadi Seledri Bisa Diminum atau Tidak?
Jawabannya bisa, tapi dengan pemahaman yang benar. Seledri bukan pengganti obat asam urat yang diresepkan dokter. Ia tidak akan menyembuhkan serangan gout akut yang sedang berlangsung. Ia tidak bisa bekerja sendiri tanpa perubahan pola makan.
Yang bisa dilakukan seledri adalah menjadi pendamping yang masuk akal dalam strategi penurunan asam urat jangka panjang, bersama dengan pengurangan konsumsi purin tinggi, perbanyak air putih, dan kontrol medis yang rutin.
Seledri dapat digunakan bersamaan dengan obat antiinflamasi lain untuk mengurangi risiko efek samping obat tersebut, menjadikannya pilihan pendamping yang relevan dalam manajemen asam urat secara holistik
