Konten dari Pengguna

Berzikir dengan Tasbih: Panduan Lengkap dan Hikmahnya dalam Islam

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar sebuah tasbih foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Gambar sebuah tasbih foto by Pexels

Banyak umat Islam menggunakan tasbih sebagai alat bantu dalam berzikir setelah shalat atau di waktu-waktu lain. Tasbih sendiri merupakan rangkaian biji-bijian atau manik yang digunakan untuk menghitung jumlah zikir agar lebih fokus dan tidak lupa hitungan. Penggunaannya sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW, meskipun dengan bentuk yang lebih sederhana.

Memahami cara berzikir dengan tasbih beserta dasar hukumnya dapat membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. Menariknya, penggunaan alat bantu hitung dalam berzikir ini ternyata memiliki landasan yang kuat dari hadis-hadis shahih dan pendapat para ulama.

Pengertian dan Dasar Hukum Berzikir dengan Tasbih

Tasbih dalam konteks ini merujuk pada alat bantu berupa untaian manik atau biji-bijian yang digunakan untuk menghitung bacaan zikir. Sedangkan zikir sendiri adalah kegiatan mengingat Allah SWT melalui bacaan-bacaan tertentu seperti tasbih, tahmid, dan takbir.

Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berzikir dalam beberapa ayat Al-Quran. Di antaranya QS. Al-Ahzab ayat 41-42 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.

Ayat lain yang menunjukkan keutamaan zikir adalah QS. Ar-Ra'd ayat 28:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۙ

Artinya: yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Penggunaan biji-bijian sebagai alat hitung zikir sudah dipraktikkan sejak masa Rasulullah. Hadis dari Shafiyyah binti Huyay menceritakan bahwa beliau menggunakan 4000 biji-bijian untuk berzikir, dan Rasulullah SAW tidak melarangnya. Selain itu, hadis dari Sa'd bin Abi Waqqash juga menyebutkan seorang wanita yang menggunakan kerikil untuk menghitung tasbih.

Para ulama sepakat bahwa menggunakan tasbih sebagai alat bantu hitung hukumnya mubah atau diperbolehkan. Menurut kajian yang berjudul Zikir Memakai Biji Tasbih dalam Perspektif Living Hadis (Dialog: Jurnal Penelitian dan Kajian Keagamaan, Tahun: 2016 (Vol. 39 No. 1), penggunaan alat bantu hitung dalam berzikir termasuk wasilah atau sarana yang diperbolehkan selama tidak mengganggu kekhusyukan dan tidak dianggap sebagai kewajiban.

Tata Cara dan Adab Berzikir Menggunakan Tasbih

Cara memegang tasbih umumnya menggunakan tangan kanan, meskipun sebagian ulama memperbolehkan tangan kiri. Teknik menghitungnya dilakukan dengan menggerakkan butir tasbih menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Jumlah butir yang umum digunakan adalah 33 butir untuk zikir setelah shalat, 99 butir untuk Asmaul Husna, atau bahkan 1000 butir untuk wirid tertentu.

Bacaan zikir yang paling dianjurkan setelah shalat fardhu adalah Subhanallah sebanyak 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim:

Barangsiapa yang membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali setelah setiap shalat, maka itu semua berjumlah 99. Kemudian menyempurnakan seratus dengan Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa alaa kulli syai-in qadiir, niscaya dosanya diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.

Di sisi lain, berzikir menggunakan jari jemari juga sangat dianjurkan. Rasulullah SAW pernah bersabda kepada para sahabiyah agar berzikir dengan menggunakan jari-jari tangan karena jari-jari tersebut akan dimintai kesaksian di hari kiamat.

Yang terpenting dalam berzikir dengan tasbih adalah menjaga kekhusyukan dan kehadiran hati. Tasbih hanya alat bantu agar tidak lupa hitungan, bukan tujuan utama. Oleh karena itu, hendaknya penggunaannya tidak mengganggu konsentrasi dalam mengingat Allah SWT.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.