Konten dari Pengguna

Anxious Attachment Adalah: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengenalinya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Anxious Attachment. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anxious Attachment. Gambar: Pexels.

Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan yang sehat sangat mempengaruhi kualitas emosi seseorang. Namun, tak semua orang merasa nyaman dalam hubungan dekat. Istilah anxious attachment adalah salah satu pola keterikatan yang membuat seseorang rentan merasa cemas dan takut ditinggalkan, terutama dalam hubungan pribadi.

Apa Itu Anxious Attachment?

Konsep anxious attachment sudah lama dikenal dalam psikologi hubungan. Menurut Dr. Kendra Mathys, psikolog klinis, dalam What Is Anxious Attachment Style — and Do You Have It? (Cleveland Clinic, 2024), anxious attachment adalah gaya kelekatan tidak aman yang ditandai dengan keinginan kuat akan hubungan yang bermakna, ketakutan akan ditinggalkan dan penolakan, serta kebutuhan tinggi akan kepastian dan dukungan. Gaya ini juga dikenal sebagai preoccupied attachment atau anxious-ambivalent attachment, karena menggabungkan unsur kecemasan, harga diri rendah, dan kebutuhan intens akan cinta dan kasih sayang.

Pengertian Anxious Attachment

Anxious attachment adalah gaya keterikatan di mana seseorang cenderung merasa khawatir tentang kelangsungan relasi dan sangat sensitif terhadap potensi penolakan. Menurut Sherry Gaba, LCSW, dalam Recognizing The Anxious Attachment Style (Psychology Today, 2020), gaya kelekatan cemas selalu mengkhawatirkan stabilitas atau keamanan hubungan — individu dengan gaya ini cenderung terlalu menganalisis makna dari kata-kata atau tindakan pasangannya, membaca hal negatif dari interaksi yang sebenarnya netral atau positif. Orang dengan pola ini sering kali mencari kepastian secara terus-menerus dari orang terdekat.

Ciri-ciri Anxious Attachment

Beberapa ciri anxious attachment yang mudah dikenali antara lain munculnya kecemasan berlebih dalam hubungan, sering merasa takut ditinggalkan, dan membutuhkan kepastian dari pasangan. Menurut Dr. Mathys (Cleveland Clinic, 2024), tanda-tanda lain meliputi: terpaku atau terfokus pada kebutuhan pasangan, memprioritaskan kebutuhan pasangan di atas kebutuhan diri sendiri, mempertanyakan harga diri sendiri, mengalami rasa cemburu atau ketidakpercayaan dalam hubungan, kesulitan menetapkan batasan yang sehat, serta kesulitan mengekspresikan atau memahami emosi diri sendiri. Seseorang juga bisa menjadi sangat reaktif jika merasa diabaikan.

Penyebab Anxious Attachment

Penyebab anxious attachment berkaitan erat dengan pengalaman masa kecil dan hubungan di masa dewasa. Pola ini umumnya terbentuk dari interaksi yang tidak konsisten antara anak dan pengasuh.

Faktor Pengasuhan Masa Kecil

Pola asuh yang berubah-ubah, misalnya perhatian yang kadang diberikan dan kadang diabaikan, sangat berpengaruh terhadap perkembangan anxious attachment. Anak yang mengalami hal ini mungkin tumbuh dengan rasa tidak aman dalam hubungan — sebagaimana dijelaskan Dr. Mathys, ketika pengasuh terkadang responsif dan penuh kasih namun di lain waktu bersikap acuh, hal ini menciptakan model kerja atau sistem keyakinan bahwa sulit memprediksi apa yang akan terjadi dalam hubungan, dan dari sanalah muncul kebutuhan akan kepastian yang terus-menerus.

Pengalaman Hubungan di Masa Dewasa

Selain faktor masa kecil, pengalaman buruk dalam hubungan dewasa juga bisa memicu anxious attachment. Ketidakpastian atau pengkhianatan dari pasangan dapat memperkuat pola cemas dalam membangun relasi baru. Penyebab lain yang mungkin memicu anxious attachment antara lain di-ghosting, mengalami kehilangan yang ambigu (kehilangan penutupan/closure saat hubungan berakhir), menyimpan rasa dendam dari hubungan sebelumnya, serta trauma (Dr. Mathys, Cleveland Clinic, 2024). Menariknya, seseorang bisa saja memiliki kelekatan aman sepanjang masa kanak-kanak hingga awal dewasa, namun mengalami peristiwa signifikan yang mengubah pandangan dunianya sehingga turut mengubah gaya kelekatannya menjadi cemas.

Seperti disampaikan oleh Cleveland Clinic, anxious attachment sering kali bermula dari pola asuh yang tidak konsisten selama masa kanak-kanak.

Dampak Anxious Attachment dalam Kehidupan Sehari-hari

Pola anxious attachment bisa berdampak langsung pada hubungan sosial dan romantis. Biasanya, orang dengan pola ini merasa sulit percaya pada pasangan dan mudah gelisah jika komunikasi terganggu.

Pengaruh pada Hubungan Romantis dan Sosial

Mereka yang memiliki anxious attachment cenderung membutuhkan validasi yang terus-menerus. Hal ini dapat menimbulkan ketegangan dalam hubungan, baik dengan pasangan maupun sahabat. Dr. Mathys menjelaskan ada dua sisi dari gaya kelekatan cemas: di masa-masa penuh tekanan, seseorang bisa tampak "lengket" atau "menuntut" dan terlibat dalam perilaku mencari kepastian yang berisiko justru menjauhkan pasangan; namun saat keadaan berjalan baik, mereka justru bisa lebih peka terhadap kebutuhan pasangan dan cenderung mengutamakan kebutuhan pasangan di atas kebutuhannya sendiri — sehingga perilaku people-pleasing menjadi hal yang umum terjadi.

Tanda-tanda yang Sering Muncul

Beberapa tanda khas antara lain sering merasa cemas jika pesan tidak dibalas, mudah curiga, dan membutuhkan konfirmasi dari pasangan. Perasaan takut ditinggalkan cukup dominan pada orang dengan pola ini. Gaba (Psychology Today, 2020) menambahkan tanda-tanda lain: kurangnya rasa berharga dan harga diri, sangat reaktif terhadap kritik atau hal yang dianggap merendahkan, terus-menerus mencari kepastian, pujian, atau pengakuan, terlalu berfokus pada tanda-tanda masalah dalam hubungan, sangat impulsif dan emosional, kurangnya prediktabilitas dalam respons, serta suasana hati atau respons emosional yang tidak dapat diprediksi.

Menurut Psychology Today, individu dengan anxious attachment kerap mengalami ketakutan terhadap penolakan dan sangat berupaya mencari pengakuan dari orang terdekat. Gaba juga memperingatkan bahwa dalam banyak situasi, individu dengan anxious attachment justru menjadi rentan terjebak dalam hubungan toksik — kebutuhan mereka akan perhatian terus-menerus membuat mereka rentan terhadap pesona awal yang sering ditunjukkan narsisis atau pecandu pada bulan-bulan pertama hubungan, sebelum kemudian digunakan sebagai sumber kekuasaan dan kontrol dengan cara memberi dan menarik perhatian secara bergantian.

Cara Mengenali dan Mengelola Anxious Attachment

Mengenali anxious attachment sejak awal sangat membantu proses pemulihan. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memahami dan mengelola pola ini.

Langkah-langkah Mengenali Pola Attachment

Cermati kebiasaan dalam hubungan, misalnya seberapa besar kebutuhan akan perhatian dan rasa aman. Dr. Mathys menyarankan: saat mengalami emosi yang intens dan mendadak, tarik napas dalam-dalam, beri nama pada emosi yang dirasakan dan di bagian tubuh mana emosi itu terasa, lalu tanyakan pada diri sendiri apakah perasaan itu mengingatkan pada masalah yang belum terselesaikan di masa lalu. Mencatat pola emosi yang muncul saat berinteraksi juga bisa membantu mengenali anxious attachment.

Tips Mengelola Anxious Attachment

Beberapa cara yang disarankan antara lain melatih komunikasi yang terbuka dengan pasangan, meningkatkan kesadaran diri (self-awareness), serta menetapkan batasan yang sehat. Dr. Mathys menyarankan menggunakan pernyataan "saya" ketimbang menyalahkan pasangan — misalnya, mengatakan "saya merasa cemas ketika kamu tidak membalas pesan saya, karena pengalaman saya sebelumnya" alih-alih "kamu membuat saya cemas, kenapa kamu tidak lebih responsif?" Selain itu, belajar menenangkan diri sendiri (self-soothing) melalui teknik seperti grounding, menulis jurnal tentang emosi, atau menyalurkan energi ke aktivitas yang disukai (seperti menjadi sukarelawan) juga dapat membantu, alih-alih terus-menerus bergantung pada kepastian dari orang lain. Jika pola anxious attachment terasa mengganggu, mencari bantuan profesional juga sangat dianjurkan untuk mendapatkan strategi yang lebih efektif.

Dalam artikel Cleveland Clinic, juga disebutkan pentingnya dukungan profesional bila anxious attachment berdampak pada keseharian.

Kesimpulan

Anxious attachment adalah pola keterikatan yang membuat seseorang merasa cemas dan tidak yakin dalam hubungan. Pola ini biasanya terbentuk dari pengalaman masa kecil maupun hubungan dewasa yang penuh ketidakpastian. Kabar baiknya, menurut Dr. Mathys, gaya kelekatan aman dapat dikembangkan melalui kesadaran diri dan pengembangan diri, terutama jika seseorang terhubung dengan orang lain yang memiliki gaya kelekatan aman dan sehat. Mengenali ciri dan penyebab anxious attachment bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki pola relasi dan membangun kepercayaan diri. Jika pola ini mengganggu kehidupan, konsultasi dengan tenaga profesional sangat disarankan agar kualitas hubungan semakin baik.