Konten dari Pengguna

Kepribadian Pemalu: Sifat, Ciri-Ciri, dan Penjelasan Psikologis

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kepribadian Pemalu. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kepribadian Pemalu. Gambar: Pexels.

Kepribadian pemalu kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan seringkali dianggap sebagai bagian alami dari karakter seseorang. Meski begitu, pemahaman tentang apa itu sifat pemalu, ciri-cirinya, serta faktor yang memengaruhinya tetap penting untuk diketahui. Penjelasan berikut membantu mengenali kepribadian pemalu secara lebih jelas dan seimbang.

Pengertian Kepribadian Pemalu

Menurut Nanda Putra Utama dalam skripsi Rasa Malu Ditinjau Dari Jenis Kelamin Pada Penyandang Tunawicara di SLB B Yakut Purwokerto (2019), rasa malu adalah bagian dari berbagai perasaan yang dimiliki manusia, di mana malu adalah sebuah rasa yang menyebabkan harga diri seseorang turun derajatnya karena merasa melanggar norma sosial, norma hukum, atau norma agama

Prayitno (2004, dikutip dalam Utama, 2019) menyatakan bahwa malu adalah bentuk yang lebih ringan dari rasa takut yang ditandai oleh sikap mengerutkan tubuh untuk menghindari kontak dengan orang lain yang masih belum dikenal. Gejalanya adalah wajah yang memerah, bicara dengan gagap, suara lemah, meremas-remas jari serta mencari perlindungan. Hidayani (2006, dikutip dalam Utama, 2019) menambahkan bahwa anak yang pemalu secara stimulus baru cepat membangkitkan amygdala (struktur otak yang mengontrol reaksi menghindar), yang membuat tubuh bersiap-siap untuk bertindak menghadapi ancaman.

Tiga Elemen Utama Rasa Malu

Girodo (dalam Effendi, 1996, dikutip dalam Utama, 2019) menyebutkan tiga elemen utama dari rasa malu yang dialami seseorang: keterampilan sosial yang kurang — kebanyakan orang yang pemalu tidak mampu belajar bagaimana bertemu dengan orang lain, mengalami kesulitan untuk memulai dan mempertahankan pembicaraan atau mengakhiri pertemuan sosial; kecemasan sosial — reaksi khusus untuk mengevaluasi ketakutan, di mana individu merasa nervous dalam situasi sosial seperti takut ditolak atau ditertawakan; dan self-defeating bias — pribadi pemalu biasanya menyalahkan dirinya sendiri ketika jalinan sosial yang dialami tidak sebaik yang diharapkan.

Berdasarkan tiga elemen utama tersebut, rasa malu dapat dipersempit menjadi beberapa aspek: (1) situasi yang tidak menyenangkan, (2) mudah tersinggung, (3) tertekan dalam hubungan sosial, (4) terbebani dalam hubungan sosial, dan (5) menolak partisipasi sosial (Utama, 2019).

Contoh Perilaku Pemalu dalam Kehidupan Sehari-hari

Swallow (2002, dikutip dalam Utama, 2019) membuat daftar perilaku yang biasanya dilakukan atau dirasakan oleh individu pemalu, antara lain: menghindari kontak mata, tidak mau melakukan apa-apa, terkadang menunjukkan tindakan mengamuk untuk menghilangkan kecemasannya, tidak banyak bicara, tidak mau mengikuti kegiatan kelompok, tidak mau meminta pertolongan atau bertanya pada orang yang tidak dikenal, mengalami demam panggung (pipi merah, tangan berkeringat, keringat dingin, dan bibir terasa kering), serta menggunakan alasan sakit untuk menghindari berhubungan dengan orang lain.

Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Sifat Malu

Menurut Seto Mulyadi (dalam Depdiknas, 2004, dikutip dalam Utama, 2019), individu pemalu cenderung menghindar dari keramaian dan tidak dapat secara aktif bergaul dengan teman dan lingkungannya — definisi ini menegaskan bahwa sifat pemalu dapat menghambat kehidupan seseorang, terutama dalam hal pergaulan, pertumbuhan harga diri, kemampuan dasar, dan penyesuaian diri.

Perbedaan Berdasarkan Jenis Kelamin

Penelitian utama Utama (2019) memang berfokus pada perbedaan rasa malu antara laki-laki dan perempuan, khususnya pada penyandang tunawicara di SLB B Yakut Purwokerto. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan rasa malu antara laki-laki dengan perempuan pada penderita tunawicara (Utama, 2019). Rahmawati (2004, dikutip dalam Utama, 2019) mencatat bahwa secara umum, ciri perempuan mencakup peka, lembut, cerewet, emosional, dan pemalu, sementara ciri laki-laki mencakup melindungi, rasional, berani, agresif, dan tegas — meskipun karakteristik ini bersifat umum dan tidak berlaku mutlak pada setiap individu.

Faktor yang Mempengaruhi Sifat Malu

Gunarsah (2001, dikutip dalam Utama, 2019) mengidentifikasi sepuluh faktor yang menyebabkan sifat pemalu: keadaan fisik, kesulitan dalam berbicara, kurang terampil dalam berteman, harapan orang tua yang terlalu tinggi, pola asuh yang mencela, unsur keturunan, masa kanak-kanak yang kurang gembira, kurang bermasyarakat, perasaan rendah diri, dan pandangan orang lain.

Keadaan fisik dapat menyebabkan sifat pemalu sebab individu yang sering sakit memiliki peluang lebih sedikit untuk melakukan berbagai aktivitas dalam gerak motorik dan sosial. Pola asuh orang tua yang permisif (Maya & Wido, 2007, dikutip dalam Utama, 2019) dan harapan orang tua yang terlalu tinggi terhadap pergaulan anak juga berkontribusi pada terbentuknya sifat pemalu. Selain itu, pandangan orang lain memiliki pengaruh besar — banyak individu menjadi pemalu karena penilaian orang lain yang konsisten merusak citra dirinya sejak kecil, sehingga akhirnya ia benar-benar menjadi seorang yang pemalu (Utama, 2019).

Kesimpulan

Kepribadian pemalu dapat dikenali dari kecenderungan menghindari interaksi sosial dan perasaan cemas saat berada di lingkungan baru. Berdasarkan kajian Utama (2019), rasa malu merupakan gabungan berbagai perasaan emosi yang tidak tenteram — meliputi rasa bimbang, ketegangan, serba salah, rasa rendah diri, dan tidak percaya kepada diri sendiri — serta kekhawatiran terhadap penilaian negatif dari orang lain. Sifat ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu seperti keadaan fisik dan keturunan, tetapi juga oleh sepuluh faktor lingkungan dan pengasuhan. Dengan memahami tiga elemen utama, ciri-ciri, dan faktor penyebabnya, kita dapat lebih bijak dalam mendukung dan berinteraksi dengan orang yang memiliki kepribadian pemalu.