Konten dari Pengguna

3 Tujuan Sistem Pengamanan Uang Rupiah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tujuan Sistem Pengamanan Uang Rupiah. Pexels/Polina Tankilevitch
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tujuan Sistem Pengamanan Uang Rupiah. Pexels/Polina Tankilevitch

Uang rupiah sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia dilengkapi dengan sejumlah unsur pengaman. Tujuan sistem pengamanan uang rupiah ini untuk mencegah terjadinya tindak pemalsuan uang.

Dikutip dari situs resmi Bank Indonesia di bi.go.id, Bank Indonesia sebagai pengelola uang rupiah memiliki sejumlah tugas untuk menjamin tersedianya uang rupiah yang layak edar. Hal ini termasuk dengan menambahkan unsur pengaman pada uang rupiah.

Tujuan Sistem Pengamanan Uang Rupiah

Ilustrasi Tujuan Sistem Pengamanan Uang Rupiah. Pexels/Robert Lens

Tidak hanya untuk mencegah pemalsuan uang, ada beberapa tujuan sistem pengamanan uang rupiah lainnya yang perlu diketahui oleh masyarakat. Adapun tujuan lainnya tersebut adalah sebagai berikut.

1. Mencegah Pemalsuan Uang

Tujuan utama dari adanya sistem pengamanan uang rupiah adalah mencegah terjadinya tindak pemalsuan uang. Sebab, tidak jarang adanya uang palsu yang beredar di kalangan masyarakat.

Oleh sebab itu, Bank Indonesia turut menambahkan unsur pengaman uang pada setiap uang rupiah yang dicetak. Salah satu unsur pengaman yang ada adalah tanda air atau watermark berupa gambar pahlawan dan ornamen atau electrotype.

Tanda air tersebut hanya bisa dilihat dengan cara diterawang ke arah cahaya. Selain itu, ada juga kode tuna netra atau blind code, berupa garis di sisi kanan dan kiri uang yang akan terasa kasar saat diraba.

Berbagai unsur pengaman tersebut dibuat dengan teknologi khusus, sehingga sulit untuk ditiru. Hal ini bisa menjadi cara untuk mencegah terjadinya uang palsu di masyarakat.

2. Pembeda Antara Satu Pecahan dengan Lainnya

Tujuan berikutnya dari sistem pengaman uang adalah untuk membedakan antara satu pecahan dengan lainnya. Hal ini dikarenakan setiap pecahan memiliki kombinasi fitur keamanan unik, dan memudahkan masyarakat untuk membedakan setiap nominal.

Contohnya, pada uang rupiah kertas pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000, terdapat benang pengaman seperti dianyam, sesuai informasi dari situs bi.go.id. Benang pengaman tersebut menjadi pembeda dengan pecahan uang lainnya.

3. Mempermudah Identifikasi Uang Asli

Tujuan lainnya adalah untuk mempermudah identifikasi uang asli. Dengan adanya sejumlah unsur pengaman pada uang, maka masyarakat bisa mengecek keaslian uang tersebut terlebih dahulu.

Salah satu cara mengecek keaslian uang adalah dengan menerawang untuk bisa melihat tanda air yang ada. Selain itu, bisa juga dengan meraba uang untuk mengetahui kode tuna netra yang ada di bagian sisi uang yang terasa kasar.

Dengan berbagai tujuan sistem pengamanan uang rupiah tersebut, maka uang yang beredar di masyarakat dapat terjaga keasliannya. Sehingga masyarakat bisa menggunakan uang rupiah sebagai alat transaksi yang sah untuk berbagai keperluan. (Haura)

Baca Juga: 3 Penyebab Gejala Sosial Ekonomi dan Contohnya