Konten dari Pengguna

Mahasiswa UMY Observasi Proses Produksi Tahu di UMKM Caturharjo Bantul

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Shafwan Abhyudaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bantul – Sebanyak 10 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mengikuti program Magang Berdampak melakukan observasi di salah satu UMKM pengolahan tahu tradisional yang berada di Kalurahan Caturharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

UMKM pengolahan tahu ini telah berdiri sejak beberapa tahun lalu dan menjadi salah satu sumber penghidupan warga sekitar. Dengan kapasitas produksi harian mencapai puluhan kilogram, UMKM ini memasok tahu ke pasar tradisional di wilayah Bantul dan sekitarnya.

Proses Produksi Tahu Tradisional

Dalam observasi tersebut, mahasiswa menyaksikan secara langsung tahapan produksi tahu mulai dari perendaman kedelai, penggilingan, hingga menjadi bubur kedelai. Bubur tersebut kemudian direbus, disaring, dan diproses menggunakan bahan penggumpal hingga terbentuk gumpalan tahu.

Adonan tahu yang sudah menggumpal kemudian dicetak, dipotong sesuai ukuran, dan didinginkan sebelum dipasarkan ke konsumen. Proses sederhana ini menunjukkan bahwa UMKM tetap mampu mempertahankan kualitas produk meskipun menggunakan peralatan tradisional.

Foto: Dokumentasi Mahasiswa UMY – Proses pembuatan tahu di UMKM Caturharjo

Diskusi dengan Pemilik UMKM

Selain mengamati proses produksi, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan pemilik UMKM. Dari hasil diskusi, beberapa kendala utama yang terungkap antara lain:

  • Peralatan produksi terbatas, sehingga kapasitas masih kecil.

  • Pemasaran masih tradisional, hanya mengandalkan pasar lokal dan pelanggan tetap.

  • Persaingan harga dengan tahu pabrikan berskala besar.

Pemilik UMKM menyampaikan harapan agar ke depan dapat memanfaatkan teknologi sederhana dan strategi pemasaran digital, termasuk media sosial, untuk memperluas pasar.

Foto: Dokumentasi Mahasiswa UMY – Foto bersama pemilik UMKM Tahu di Kalurahan Caturharjo

Peran Mahasiswa UMY

Melalui program Magang Berdampak, mahasiswa UMY berkomitmen membantu UMKM lokal dengan:

  • Membuat konten promosi produk tahu di media sosial

  • Menyusun strategi pemasaran sederhana berbasis digital

  • Membuat katalog produk UMKM

  • Memberikan ide inovasi produk agar lebih menarik di pasaran

Harapan ke Depan

Kegiatan observasi ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah kontribusi nyata untuk pemberdayaan masyarakat. Program Magang Berdampak diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dengan pengembangan UMKM lokal di Bantul, sehingga UMKM semakin kuat menghadapi tantangan persaingan.