Konten dari Pengguna

Tumbler di Kalangan Generasi Z: Gaya Hidup atau Sekadar Tren?

Stella Ophelia

Stella Ophelia

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Stella Ophelia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan tumbler menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari Generasi Z.
zoom-in-whitePerbesar
Penggunaan tumbler menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari Generasi Z.

Membawa tumbler menjadi hal yang cukup umum di kalangan Generasi Z. Tumbler sering ditemukan saat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, berolahraga, hingga sekadar bepergian. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat minum, tumbler juga semakin sering menjadi bagian dari gaya hidup generasi sekarang.

Kebiasaan membawa tumbler sebenarnya bukan hal yang baru. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan tumbler semakin mudah ditemukan dengan berbagai bentuk, ukuran, warna, dan desain yang menarik. Tumbler bahkan tidak hanya dipilih berdasarkan fungsinya, tetapi juga berdasarkan tampilan yang dianggap sesuai dengan gaya penggunanya.

Mengapa Membawa Tumbler Menjadi Keperluan Wajib?

Ada berbagai alasan yang membuat Generasi Z memilih membawa tumbler. Salah satunya adalah kepraktisan. Dengan membawa tempat minum sendiri, tidak lagi harus terus membeli air minum dalam kemasan ketika sedang beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, membawa tumbler juga dapat membantu menghemat pengeluaran. Daripada membeli minuman dalam kemasan botol plastik, sebaiknya membawa tumbler dari rumah menjadi pilihan yang lebih ekonomis, terutama bagi generasi yang sering memiliki banyak aktivitas luar sehari-harinya.

Alasan lainnya adalah kepedulian terhadap lingkungan. Penggunaan botol minum yang dapat digunakan berulang kali dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk sekali pakai. United Nations Environment Programme (UNEP) menyebut bahwa penggunaan produk yang dapat dipakai kembali merupakan salah satu pendekatan untuk mengurangi masalah sampah plastik sekali pakai.

Ketika Tumbler Menjadi Bagian dari Gaya Hidup

Perkembangan tumbler juga tidak bisa dipisahkan dari tren gaya hidup Generasi Z. Saat ini, tumbler tersedia dalam berbagai desain yang membuatnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat minum, tetapi juga menjadi bagian dari penampilan sehari-hari. Berbagai produk tumbler juga menjadi populer setelah digunakan atau diperlihatkan oleh figur publik dan pengguna media sosial.

Hal tersebut membuat tumbler memiliki fungsi yang lebih luas. Seseorang mungkin membawa tumbler karena membutuhkan tempat minum, tetapi di sisi lain, pilihan desain dan merek juga dapat menjadi bagian dari selera pribadi.

Dengan kata lain, tumbler tidak lagi hanya dilihat sebagai benda yang praktis, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup seseorang.

Gaya Hidup atau Sekadar Tren?

Pertanyaannya, apakah kebiasaan membawa tumbler benar-benar menunjukkan kepedulian Generasi Z terhadap lingkungan?

Jawabannya tentu tidak selalu sama. Ada yang memang membawa tumbler karena ingin mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Namun, ada pula yang membawanya karena lebih praktis, hemat, atau sekadar menyukai desainnya.

Tren juga dapat menjadi awal dari sebuah kebiasaan. Seseorang mungkin awalnya tertarik membawa tumbler karena melihatnya di media sosial atau karena mengikuti tren yang sedang populer. Namun, jika kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten, manfaatnya tetap dapat dirasakan.

UNEP menekankan bahwa semakin sering suatu produk digunakan kembali, semakin rendah dampak lingkungannya dibandingkan penggunaan produk sekali pakai secara terus-menerus. Karena itu, penggunaan tumbler akan lebih berarti apabila benar-benar menggantikan kebiasaan membeli dan membuang botol minum sekali pakai.

Membawa Tumbler Tidak Cukup Hanya untuk Ikut Tren

Tumbler pada akhirnya dapat menjadi lebih dari sekadar tren apabila digunakan secara konsisten. Membawa tumbler setiap hari, mengisinya kembali, dan menggunakannya dalam berbagai aktivitas dapat menjadikannya bagian dari kebiasaan yang lebih berkelanjutan.

Namun, memiliki tumbler saja tidak otomatis membuat seseorang lebih ramah lingkungan. Jika tumbler hanya digunakan sekali sementara seseorang tetap sering membeli minuman dalam kemasan sekali pakai, manfaatnya tentu menjadi lebih terbatas.

Karena itu, yang paling penting bukan sekadar memiliki atau membawa tumbler, tetapi bagaimana benda tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, tumbler bisa saja berawal dari sebuah tren. Namun, ketika kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten, sesuatu yang awalnya hanya mengikuti tren dapat berubah menjadi gaya hidup. Di tangan Generasi Z, tumbler bukan lagi sekadar tempat minum, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pilihan untuk hidup lebih praktis sekaligus mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.