UEFA dan CONCACAF Desak FIFA Bagikan Kas Senilai Sepuluh Juta Dolar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden FIFA Gianni Infantino berada di dalam stadion sebelum pertandingan Polandia melawan Argentina.
zoom-in-whitePerbesar
Presiden FIFA Gianni Infantino berada di dalam stadion sebelum pertandingan Polandia melawan Argentina.

Hubungan antara badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA, serta Amerika Utara, CONCACAF, dengan FIFA kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Dipimpin oleh Aleksander Ceferin dan Victor Montagliani, kedua konfederasi tersebut melayangkan surat tuntutan keras kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar mencairkan dana cadangan lembaga setidaknya sebesar 10 juta dolar AS kepada seluruh 211 asosiasi anggota. Langkah berani ini diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap rencana komersialisasi sepihak yang sempat diusulkan oleh Infantino melalui proyek ekuitas swasta.

Ketegangan ini memuncak setelah rencana kontroversial bertajuk Fifa Forward Enterprise atau FFE dibatalkan hanya dalam waktu empat hari setelah menuai penolakan masif dari berbagai asosiasi nasional. Melalui surat resmi tersebut, UEFA dan CONCACAF menegaskan bahwa dana melimpah yang dikuasai FIFA saat ini merupakan hak milik sepak bola global yang seharusnya disalurkan untuk pembangunan infrastruktur, bukan disimpan sebagai instrumen tawar-menawar politik.

Tuntutan Pembagian Dana Cadangan Enam Miliar Dolar

Dalam dokumen surat yang diperoleh media, UEFA dan CONCACAF menyoroti proyeksi laporan keuangan FIFA yang menunjukkan bahwa organisasi tersebut berada dalam jalur untuk menutup siklus 2023-2026 dengan dana cadangan mendekati 6 miliar dolar AS. Jumlah tersebut dinilai sangat fantastis dan jauh melebihi kebutuhan operasional yang rasional hingga bergulirnya Piala Dunia pria pada tahun 2030 mendatang. Oleh karena itu, pencairan dana sebesar 10 juta dolar AS per anggota untuk periode 2027-2030 dianggap sebagai langkah yang sangat masuk akal.

Jika tuntutan satu kali pencairan dana cadangan (one-off release of reserves) ini disetujui, FIFA harus menggelontorkan total anggaran sebesar 2,11 miliar dolar AS. Alokasi dana segar ini wajib digunakan murni untuk investasi infrastruktur fundamental serta pengembangan sepak bola di tingkat akar rumput di masing-masing negara anggota. Menariknya, bantuan darurat ini dituntut untuk diberikan di luar program pendanaan rutin yang sudah terjadwal dalam siklus berjalan.

Kritik Tajam Terhadap Manuver Ekuitas Swasta Infantino

Surat bersama yang ditandatangani Ceferin dan Montagliani juga secara terbuka meragukan urgensi di balik proposal proyek komersial FFE milik Infantino yang dinilai tidak transparan. Sebelumnya, skema tersebut dirancang untuk mengalihkan hak komersial dan tiket seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, ke sebuah perusahaan baru dengan menjual 21 persen sahamnya kepada perusahaan investasi swasta. Saat rencana tersebut pertama kali diungkapkan, Infantino sempat mengiming-imingi asosiasi anggota dengan dana 40 juta dolar AS jika bersedia memberikan dukungan penuh.

UEFA dan CONCACAF menyatakan bahwa berdasarkan analisis mendalam terhadap laporan keuangan resmi FIFA, proposal FFE tersebut sama sekali tidak diperlukan hanya untuk menghasilkan sumber daya baru bagi anggota. Melalui surat tersebut, kedua pemimpin konfederasi melontarkan kritik pedas yang berbunyi: “Sumber daya ini adalah milik sepak bola dan ada untuk melayani permainan serta 211 asosiasi anggotanya. Prinsip kehati-hatian seharusnya tidak menghalangi pemeriksaan cermat mengenai apakah sebagian cadangan dapat dicairkan secara bertanggung jawab selama melebihi kebutuhan FIFA.” Mereka menegaskan bahwa pembangunan sepak bola adalah tanggung jawab institusional, bukan kebijakan diskresi individu presiden.

Tuntutan Transparansi Menjelang Kongres Pemilihan FIFA

Desakan dari Eropa dan Amerika Utara ini langsung mendapat momentum kuat setelah mereka mengirimkan surat serupa ke konfederasi sepak bola Asia, Afrika, Amerika Selatan, serta Oseania guna menggalang dukungan massal. Ketegangan ini semakin diperkeruh oleh surat dari Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Debbie Hewitt, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden FIFA. Hewitt menuntut transparansi total dengan meminta FIFA membuka semua dokumen terkait rencana proyek FFE serta memberikan penjelasan tertulis mengenai pembatalan sanksi penangguhan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia.

Seluruh gejolak politik ini terjadi menjelang batas waktu penting bagi Gianni Infantino yang saat ini berusia 56 tahun. Sang presiden petahana dijadwalkan akan kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat pada bulan Maret mendatang, dengan batas akhir pendaftaran calon rival pada 18 November. Infantino kini didesak untuk menyerahkan seluruh dokumen yang diminta sebelum rapat Dewan FIFA yang akan digelar pada 15 Oktober mendatang, sebuah momen krusial yang akan menguji legitimasi kepemimpinannya di mata dunia.