Berhasil Pulihkan PLTS, Tim 2 Ekspedisi Patriot UI 2026 Lakukan Diseminasi Program Revitalisasi

Tim 2 Ekspedisi Patriot UI 2026 bagian Komunikasi dan Kelembagaan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Jody Manggalaningwang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
TEP UI Berhasil Pulihkan PLTS SP 1 Kawasan Transmigrasi Werianggi di Teluk Wondama
TELUK WONDAMA, PAPUA BARAT — Selasa 27 Oktober 2026, Tim 2 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) 2026 secara resmi menggelar diseminasi akhir pelaksanaan program kerja di Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Kegiatan ini menandai berfungsinya kembali Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di SP 1 Kawasan Transmigrasi (KT) Werianggi yang sebelumnya dalam kondisi mati total.
Momen ini menjadi bentuk nyata keberhasilan kerja tim yang telah bekerja keras selama 3,5 bulan merevitalisasi dan mendesain ulang skema pemanfaatan energi surya di SP 1 KT Werianggi. Kini PLTS SP 1 berganti nama menjadi PLTS Eksperimental yang bermanfaat menopang sarana publik dan fasilitas prioritas bagi masyarakat setempat. Dengan kata lain output dari program kerja tim telah tercapai dan dapat diserahkan kembali ke pihak pemilik aset yaitu Dinas Transmigrasi Kabupaten Teluk Wondama.
Dalam pemaparannya, Tim 2 TEP UI 2026 menjelaskan bahwa proyek pemulihan aset energi terbarukan ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga penyusunan skema tata kelola keberlanjutan pascaprogram.
Dari Aset Mati Suri Menjadi Penopang Layanan Publik
Sebelumnya, PLTS komunal SP 1 tidak beroperasi secara optimal dan mengalami kerusakan total sehingga pasokan listrik warga terputus dan hanya mengandalkan listrik 12 jam dari PLN melalui jaringan listrik desa. Melalui koordinasi intensif bersama Dinas Transmigrasi Kabupaten Teluk Wondama, maka arah baru pemanfaatan hasil revitalisasi ditetapkan. Jika sebelumnya ditujukan untuk jaringan rumah tangga komunal, kini daya listrik difokuskan secara terarah hanya untuk menyuplai listrik ke fasilitas umum prioritas; 1 Gedung PAUD, 1 Sekolah Dasar (SD), 1 Balai Kampung, 1 Rumah Ibadah (Gereja), 2 Rumah dinas milik Dinas Transmigrasi Kabupaten, dan 4 fasilitas publik di area jauh dari situs PLTS SP 1 (Gereja Kp. Werianggi, Mushala SP. 1, RS Pratama Nikiwar, dan Kantor Distrik Nikiwar).
Langkah re-orientasi ini diambil guna memastikan pasokan daya terdistribusi secara efisien, stabil, dan tepat sasaran. Selain itu, komponen eksisting yang masih layak pakai dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan listrik terbatas pada titik-titik di luar jangkauan jaringan kabel distribusi utama.
Capaian Utama Program
Rangkaian alur kerja yang dimulai dari assessment lapangan, tracing ulang jaringan kabel trunk (TR) & service (SR), perbaikan komponen teknis, hingga pengujian sistem berhasil menghasilkan sejumlah output penting yaitu:
Revitalisasi Sistem PLTS Komunal: Pemulihan fungsionalitas penuh pada infrastruktur utama (PLTS utama) serta perakitan kembali komponen baterai dan panel yang tidak terpakai di sistem PLTS utama menjadi PLTS mini yang menjangkau area jauh PLTS utama.
Elektrifikasi Fasilitas Publik: Suplai daya listrik terhubung langsung ke bangunan fasilitas umum prioritas di area dekat PLTS utama dan suplai listrik dari PLTS mini untuk fasilitas umum di area jauh PLTS.
Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya: Pemasangan 7 unit PJU tenaga surya mandiri di titik-titik krusial untuk keamanan dan penerangan lingkungan masyarakat.
Penyiapan Pengelola Lokal: Pembentukan skema operator lokal disertai pelatihan Operasi & Pemeliharaan (Operation & Maintenance) untuk menjamin keberlanjutan perawatan sistem PLTS pascaprogram.
Strategi Keberlanjutan Pascaprogram
Tim 2 Ekspedisi UI menekankan bahwa keberlanjutan infrastruktur energi terbarukan sangat bergantung pada budaya dan kedisiplinan pengelolaan lokal. Oleh karena itu, terdapat 6 rekomendasi tindak lanjut yang disepakati:
Jaga Peruntukan: Mempertahankan fokus alokasi daya listrik pada fasilitas umum yang telah ditetapkan, sebagai bagian upaya mengelola beban pemakaian listrik terhadap kemampuan PLTS sesuai dengan hasil asesmen yang dikerjakan oleh tim.
Kendalikan Beban: Evaluasi ketat terhadap kapasitas sistem sebelum melakukan penambahan beban listrik baru. Tim memutuskan membangun sistem instalasi PLTS mini untuk fasilitas umum di area jauh PLTS utama, sehingga beban kerja PLTS utama tidak berlebihan.
Pemberdayaan Operator: Menjamin skema operasional dan kejelasan peran operator lokal yang telah dilatih bersama tim Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Papua (UNIPA).
Pencatatan Berkala: Logbook rutin kondisi harian sistem, konsumsi daya, serta potensi gangguan. Upaya tim membangun budaya disiplin bagi masyarakat yang diwakili oleh operator lokal dalam merawat dan menjaga aset PLTS.
Koordinasi Teknis: Penanganan gangguan berat secara terintegrasi bersama instansi teknis terkait, yaitu asistensi keahlian oleh instansi akademik lokal yaitu sebagai living lab untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh Program Studi Teknik Elektro Universitas Papua.
"Hasil revitalisasi PLTS ini diharapkan menjadi living lab serta model percontohan pengelolaan energi bersih berbasis komunitas di Wilayah Papua Barat, di mana manfaatnya dapat terus dirasakan secara berkesinambungan oleh masyarakat," tutup M. Alfian Darmawan, S.T., perwakilan Tim 2 Ekspedisi Patriot UI 2026.
Pelaksanaan diseminasi oleh Tim 2 ini menjadi torehan sejarah baru sekaligus bukti nyata kontribusi Universitas Indonesia dalam mendukung program Ekspedisi Patriot dan rencana strategis Kementerian Transmigrasi, khususnya di Kawasan Transmigrasi Papua Barat. (JM)
