Konten dari Pengguna

Listrik Surya Masuk Sekolah Pesisir TEP UI; Belajar Bahasa Inggris Semakin Seru!

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jody Manggalaningwang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kolaborasi antar Tim Ekspedisi UI untuk Kesejahteraan Masyarakat Transmigrasi Werianggi-Werabur

Werianggi Teluk Wondama, 17 Oktober 2026 – Suasana belajar yang berbeda dan penuh antusiasme mewarnai pelaksanaan kegiatan "Sekolah Pesisir" di SDN Werianggi SP 1, sebuah program inovatif milik Tim 7 TEP Universitas Indonesia (UI). Pada kesempatan kali ini mereka berkolaborasi dengan Tim 20 UI Bioprospeksi, pembelajaran Bahasa Inggris mengusung tema "Our Plants, Our Medicine" yang mengangkat potensi tanaman obat di sekitar lingkungan masyarakat.

Masyarakat lokal yang menjadi peserta didik Sekolah Pesisir mengikuti jalannya materi dengan sangat antusias. Kelas Bahasa Inggris disajikan secara komprehensif dan menarik oleh Eva Audy Siburian, S.Farm., M.Farm., anggota Tim 20. Melalui pendekatan yang komunikatif, materi pembelajaran tidak hanya meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris masyarakat, tetapi juga memperluas wawasan mengenai pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan herbal.

Peserta Sekolah Pesisir menyimak pelajaran Bahasa Inggris dengan tema tanaman obat herbal di Werianggi (15/10/2026). (Dok. Tim 2)

Suasana kelas hari itu terasa sangat istimewa dan berbeda dari biasanya. Untuk pertama kalinya, aliran listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah direvitalisasi oleh Tim 2 UI resmi tersambung dan dapat dimanfaatkan secara langsung dalam proses belajar-mengajar. Kehadiran daya listrik ini memungkinkan tim pengajar menggunakan fasilitas multimedia seperti infocus (proyektor), sehingga materi pembelajaran dapat ditampilkan secara visual dan lebih interaktif.

Koordinator Tim 7 TEP UI, Edelleit Rose Widyatmoko, S.Hum., M.Hum., mengungkapkan rasa syukur dan gembiranya atas pencapaian serta mendapat sambutan hangat dari para peserta.

"Hari ini kelas tidak seperti biasanya, karena antusias mama bapa (panggilan khas di Papua untuk Bapak/Ibu) peserta sekolah pesisir semakin tinggi karena bisa melihat materi bahan ajar secara visual," ujar Edelleit.

Koordinator Tim 7 dan anggota sedang menyiapkan materi pelajaran di multimedia (15/10/2026). Aliran listrik dari PLTS SP 1 KT Werianggi-Werabur sangat mendukung kegiatan masyarakat khususnya di bidang pendidikan seperti Sekolah Pesisir yang digagas oleh Tim 7 TEP UI.

Inovasi berupa penyediaan energi bersih berbasis PLTS ini menjadi milestone penting bagi Sekolah Pesisir dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan modern untuk masyarakat di SP 1. Sekolah Pesisir adalah pioneer program pendidikan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pelaku UMKM menguasai bahasa Inggris dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan (SDN) di kampung SP 1. Program ini merupakan gagasan Tim 7 yang diketuai oleh Assoc. Prof. Hendra Kaprisma. Kolaborasi antara Tim Ekspedisi Patriot UI diharapkan terus berlanjut guna memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pemberdayaan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Papua Barat. (JM)