Konten Media Partner

Siswa Peraih Nilai UN Tertinggi di Yogyakarta Lanjut Kuliah di Ibukota Negara

Tugu Jogjaverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Siswa Peraih Nilai UN Tertinggi di Yogyakarta Lanjut Kuliah di Ibukota Negara
zoom-in-whitePerbesar

Namanya Lidya Santoso, dialah peraih nilai tertinggi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Yogyakarta pada tahun 2018. Tidak hanya mengharumkan sekolahnya, siswi SMA Stella Duce 1 Yogyakarta itu berhasil mengangkat citra sekolah swasta di Kota Pelajar berkat pencapaian prestisius itu. Lidya berhasil menggeser dominasi siswa SMA negeri yang selama ini memegang rekor raihan nilai tertinggi.

Siswa asal Condongcatur, Sleman itu memang memiliki prestasi akademis selama ini. Tak heran apabila dia percaya diri bisa lulus UN. Apalagi pemerintah sudah menetapkan bahwa hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak menjadi satu-satunya syarat kelulusan.

Tetapi, soal hasil UNBK dengan nilai tertinggi, Lidia pun sempat merasa penasaran, karena itu tak menjadi target sebelumnya. Rasa tak percaya sempat menyelimutinya ketika banyak teman memberikan ucapan selamat atas raihan nilai UNBK tertinggi se-DIY untuk jurusan IPA. Lidya mampu mengalahkan sejumlah siswa SMA Negeri favorit di Yogyakarta dengan nilai total 384. Terdiri dari dua mata pelajaran sama-sama mendapatkan nilai 100 yaitu Matematika dan Kimia, bahasa Indonesia 90 dan bahasa Inggris nilai 94.

"Rasanya senang, nggak percaya [nilai tertinggi UNBK] teman-teman pada nyelametin," terangnya saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (5/5).

Apalagi, Lidia merasakan setidaknya ada lima soal di setiap mata pelajaran UNBK tersebut dinilai lumayan sulit. Terutama dua mapel, Matematika dan Kimia yang mendapatkan nilai sempurna. Lidya tak menampik adanya kesulitan dengan jumlah sekitar lima soal. Ia meyakini adanya campur tangan Tuhan, sehingga ia memiliki keyakinan untuk menentukan salah satu jawaban sebagai pilihan yang tepat.

"Ada lima soal yang tidak pernah ada sebelumnya. Tetapi saya kerjakan sebisanya, sisanya saya serahkan kepada Tuhan," ucap Lidya.

Secara jujur, Lidya tak terlalu memikirkan dengan berat terkait UNBK. Apalagi tidak sepenuhnya menjadi syarat kelulusan maupun mendaftarkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sehingga ia tidak menarget nilai berapapun. Tetapi, sebagai pelajar ia memiliki tanggungjawab moral untuk belajar dengan tekun dan itu yang selalu dipegangnya.

"Pokoknya belajar aja dengan teratur, kerjakan soal, menghafal rumus," ujarnya.

Usaha tidak mengkhianati hasil, kalimat itu sebenarnya tepat untuk Lidya. Belajar sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi Lidya, tanpa harus disuruh. Selalu menghargai guru ketika menjelaskan di depan kelas agar materi yang disampaikan cepat ditangkap. Jika suatu materi pelajaran ia merasa tidak bisa, materi itu bakal menjadi fokus belajarnya. Ia tidak gengsi harus bertanya kepada guru atau teman yang lebih menguasai materi demi mendapatkan pemahaman yang sepadan. Ketika guru di dalam kelas memberikan kesempatan bertanya, ia memanfaatkan waktu itu untuk menanyakan materi yang belum dikuasai.

"Kadang juga malu [mau bertanya di dalam kelas], tetapi kalau nggak bisa, ya tetap saya tanya," kata putri pasangan Hartono Santoso dan Andriana Gunawan ini.

Karena belajar sudah menjadi kebutuhannya, saat jelang pelaksanaan UNBK, Lidya bisa sedikit santai. Ia tak mengenal belajar dengan sistem kebut semalam atau SKS, karena belajar sudah menjadi rutinitas harian, terutama di sekolah. Saat malam UNBK pun ia tinggal sedikit mengulang beberapa materi saja. Lantaran seringnya diulas berbagai soal UN di sekolah, beberapa materi banyak yang dihafalnya.

"Belajar, tetapi nggak nggoyo banget," ucapnya saat ditanya persiapan malam hari saat pelaksanaan UNBK.

Selepas lulus SMA, dia nantap untuk melanjutkan kuliah. Pilihannya bukan perguruan tinggi negeri (PTN). Dia justru mwmilih kampus swasta di Jakarta meski berstatus peraih nilai UN tertinggi.

Lidia mantap ingin melanjutkan pendidikan di Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. Berbagai tahapan telah dilaluinya dan sudah diterima sebagai calon mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta terkemuka di ibukota itu. Sekaligus memantapkan diri ingin menjadi dokter.

"Sudah mantap [ingin jadi dokter gigi]," ujar gadis berbintang Leo ini.

Lidya berpesan kepada adik kelas yang saat ini duduk di bangku kelas XI untuk belajar ddngan serius dan teratur. Selain berusaha berdoa kepada Tuhan adalah upaya yang harus juga dilakukan untuk keseimbangan.

Di SMA Stelka Duce1 Yogyakarta, kebahagiaan sebenarnya juga dirasakan oleh Wilhelmine Maria Loe dari Jurusan Bahasa dan Budaya. Ia juga mendapatkan nilai UNBK tertinggi se-DIY untuk jurusan bahasa. Ia mengantongi nilai total 363 terdiri atas Bahasa Indonesia 84, bahasa Inggris 84, Matematika 95 dan bahasa Jepang mendapatkan nilai 100. (arif wahyudi)