Konten dari Pengguna

Ekonomi Publik Bukan Sekadar Angka, tapi Tentang Kehidupan Masyarakat

tya safira

tya safira

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Pendidikan Ekonomi

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari tya safira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Artifical Inteeligeence (AI), Indonesia 20:20 PM (16-0-2026). Dok Tia Sapira
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Artifical Inteeligeence (AI), Indonesia 20:20 PM (16-0-2026). Dok Tia Sapira

Ketika mendengar istilah ekonomi publik, sebagian orang mungkin langsung membayangkan APBN, pajak, subsidi, atau berbagai angka yang tercantum dalam laporan pemerintah. Padahal, kalau kita melihat lebih dekat, ekonomi publik sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jalan yang kita gunakan, sekolah tempat kita belajar, fasilitas kesehatan yang kita datangi, hingga berbagai program perlindungan sosial merupakan bagian dari bagaimana negara mengelola sumber daya untuk kepentingan masyarakat.

Menurut saya, ukuran keberhasilan ekonomi publik seharusnya tidak berhenti pada seberapa besar anggaran yang berhasil diserap pemerintah. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: seberapa besar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari anggaran tersebut?

Setiap tahun pemerintah mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Namun, besarnya anggaran belum tentu secara otomatis menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Di sinilah persoalan ekonomi publik menjadi menarik untuk dibahas. Anggaran yang besar harus diikuti dengan perencanaan yang tepat, pelaksanaan yang transparan, serta pengawasan yang kuat.

Kita masih dapat menemukan kesenjangan dalam pelayanan publik. Ada daerah yang memiliki fasilitas pendidikan dan kesehatan yang relatif baik, tetapi ada pula daerah yang masih menghadapi keterbatasan. Begitu juga dengan pembangunan infrastruktur. Sebuah proyek mungkin terlihat berhasil dari sisi fisik, tetapi belum tentu memberikan dampak ekonomi yang sama bagi seluruh masyarakat di sekitarnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan ekonomi publik bukan hanya tentang berapa banyak uang yang dikeluarkan, tetapi bagaimana uang tersebut digunakan dan siapa yang mendapatkan manfaatnya.

Anggaran Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Pemerintah memang membutuhkan anggaran untuk menjalankan berbagai program pembangunan. Namun, kebijakan publik seharusnya dimulai dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya dari program yang terlihat bagus di atas kertas.

Menurut saya, perencanaan anggaran perlu lebih banyak mendengar suara masyarakat. Pemerintah daerah, misalnya, perlu mengetahui persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat sebelum menentukan prioritas pembangunan. Apakah masyarakat lebih membutuhkan jalan yang layak? Fasilitas kesehatan? Akses pendidikan? Lapangan pekerjaan? Atau dukungan bagi usaha kecil?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut penting karena setiap daerah memiliki persoalan yang berbeda. Kebijakan yang berhasil di satu daerah belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diterapkan di daerah lain.

Jangan Hanya Mengejar Pertumbuhan

Ekonomi publik juga tidak seharusnya hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan memang penting, tetapi pertumbuhan yang tidak dirasakan secara merata dapat meninggalkan persoalan baru.

Pembangunan kawasan ekonomi, misalnya, dapat membuka peluang investasi, menciptakan kegiatan usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, manfaat tersebut perlu dilihat lebih jauh. Apakah masyarakat lokal ikut mendapatkan pekerjaan? Apakah usaha kecil di sekitar kawasan ikut berkembang? Apakah pendapatan masyarakat meningkat?

Sebuah studi mengenai Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia menunjukkan bahwa dampak pembangunan ekonomi kawasan tidak selalu sama. Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke, misalnya, menunjukkan perkembangan positif pada sejumlah indikator ekonomi daerah, seperti pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan ketenagakerjaan. Sementara itu, di Tanjung Lesung, manfaat ekonomi terlihat antara lain dari berkembangnya UMKM dan meningkatnya aktivitas usaha, tetapi dampaknya terhadap kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya merata.

Bagi saya, hal ini memberikan pelajaran penting: keberhasilan sebuah kebijakan publik tidak cukup dilihat dari berdirinya kawasan industri, meningkatnya investasi, atau bertambahnya aktivitas ekonomi. Kita juga harus melihat siapa yang memperoleh manfaat dari pembangunan tersebut.

Transparansi Bukan Sekadar Formalitas

Hal lain yang tidak kalah penting adalah transparansi. Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana uang publik dikelola.

Transparansi bukan berarti masyarakat harus memahami seluruh istilah dalam laporan keuangan pemerintah. Yang lebih penting adalah adanya informasi yang mudah dipahami mengenai program apa yang dibuat, berapa anggarannya, apa tujuannya, dan bagaimana hasilnya.

Masyarakat juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan kritik dan masukan. Dengan begitu, pengawasan terhadap kebijakan publik tidak hanya menjadi tugas lembaga pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

Menurut saya, semakin terbuka pemerintah dalam mengelola anggaran, semakin besar pula peluang masyarakat untuk percaya dan ikut mengawasi pembangunan.

Ekonomi Publik pada Akhirnya Kembali kepada Manusia

Pada akhirnya, ekonomi publik bukan hanya tentang angka pertumbuhan ekonomi, besarnya APBN, jumlah investasi, atau banyaknya proyek pembangunan. Semua indikator tersebut penting, tetapi tujuan akhirnya tetap sama: meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan yang lebih mudah diakses, pelayanan kesehatan yang layak, infrastruktur yang bermanfaat, kesempatan kerja yang lebih luas, serta perlindungan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan adalah bentuk nyata dari hadirnya ekonomi publik.

Karena itu, pemerintah perlu terus memastikan agar kebijakan ekonomi tidak hanya menghasilkan angka yang terlihat baik dalam laporan, tetapi juga menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Bagi masyarakat sendiri, kita tidak cukup hanya menjadi penerima kebijakan. Kita juga perlu ikut mengawasi, memberikan masukan, dan menggunakan fasilitas publik secara bertanggung jawab.

Sebab, uang yang dikelola pemerintah pada dasarnya adalah uang publik. Maka, sudah semestinya manfaatnya juga kembali kepada publik.

Ekonomi publik yang baik bukan ketika anggaran terlihat besar, tetapi ketika masyarakat dapat mengatakan bahwa pembangunan benar-benar hadir dalam kehidupan mereka.