Konten dari Pengguna

Universitas Indonesia melalui GUIM 16 Petakan 6 Lokasi Aksi di Banjarnegara lewat Jajak Kedua

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari UI Mengajar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Sosialisasi Bersama Badan Perencanaan, Pengembangan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Sosialisasi Bersama Badan Perencanaan, Pengembangan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara

Gerakan Universitas Indonesia Mengajar (GUIM) 16 melaksanakan Jajak Kedua di Kabupaten Banjarnegara pada Senin (26/10/2026) hingga Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan informasi secara langsung di enam titik sasaran aksi yang akan menjadi lokasi pelaksanaan program pengabdian pada Januari 2027.

Berbeda dengan Jajak Pertama yang berfokus pada pengumpulan informasi kandidat lokasi aksi di 10 kecamatan, Jajak Kedua diarahkan untuk menggali kondisi dan kebutuhan secara lebih mendalam pada lokasi yang telah ditentukan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia yang berinteraksi langsung dengan pihak sekolah, perangkat kecamatan, serta perangkat desa di masing-masing wilayah sasaran.

GUIM 16 Awali Jajak Kedua dengan Sosialisasi Bersama Pemerintah Daerah

Rangkaian Jajak Kedua diawali dengan kegiatan sosialisasi dan sesi tanya jawab bersama Badan Perencanaan, Pengembangan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi tim GUIM 16 untuk memperoleh arahan dan pemahaman lebih lanjut mengenai kondisi pendidikan serta pelaksanaan program pengabdian di wilayah sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah BAPPERIDA Kabupaten Banjarnegara, Haryanto Agus Setiyadi, S.T., M.Si., menyampaikan harapannya agar pelaksanaan GUIM 16 dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Banjarnegara. Ia berharap program ini tidak hanya mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi juga mendorong semangat para guru dalam menjalankan kegiatan pendidikan.

Selain itu, Haryanto berharap adanya dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menyukseskan seluruh rangkaian program GUIM 16. Menurutnya, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu hal penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan pengabdian di masyarakat.

GUIM 16 Kunjungi 6 Sekolah Dasar Negeri di Banjarnegara

Setelah pelaksanaan sosialisasi, tim GUIM 16 disebar ke enam lokasi sasaran untuk mengumpulkan informasi secara langsung. Dalam prosesnya, mahasiswa didampingi oleh perangkat kecamatan dan desa setempat guna membantu koordinasi serta mengenali kondisi lingkungan di masing-masing wilayah.

Adapun enam sekolah dasar yang menjadi titik sasaran aksi GUIM 16 meliputi:

1. SD Negeri 2 Gembongan, Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh.

2. SD Negeri 2 Karangkemiri, Desa Karangkemiri, Kecamatan Wanadadi.

3. SD Negeri 2 Mantrianom, Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang.

4. SD Negeri 1 Pingit, Desa Pingit, Kecamatan Rakit.

5. SD Negeri 5 Petir, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara.

6. SD Negeri 3 Glempang, Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja.

Melalui kunjungan ke enam sekolah tersebut, tim GUIM 16 berupaya memperoleh gambaran yang lebih terperinci mengenai karakteristik sekolah, kebutuhan pendidikan, serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Informasi yang dikumpulkan nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun dan menyesuaikan program pengajaran agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

Jajak Kedua menjadi Bekal Persiapan Aksi GUIM 16

Pelaksanaan Jajak Kedua menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan aksi pengabdian GUIM 16 yang direncanakan berlangsung pada Januari 2027. Melalui interaksi langsung dengan pihak sekolah dan masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat memahami kebutuhan serta tantangan pendidikan yang dihadapi di setiap lokasi sasaran.

Hasil pengumpulan informasi dari keenam sekolah akan menjadi dasar bagi tim dalam merancang kegiatan pengajaran dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, program yang nantinya dilaksanakan tidak hanya berdasarkan perencanaan mahasiswa, tetapi juga mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan nyata di lapangan.

Pelaksanaan GUIM 16 di Banjarnegara

Pelaksanaan Gerakan UI Mengajar 16 di Kabupaten Banjarnegara direncanakan berlangsung pada Januari 2027 dengan menyasar enam sekolah dasar di enam kecamatan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Universitas Indonesia akan terlibat langsung dalam kegiatan pengajaran serta berinteraksi dengan lingkungan sekolah dan masyarakat setempat.

Sebelum memasuki tahap aksi, GUIM 16 melaksanakan dua tahapan jajak untuk memahami kondisi wilayah sasaran. Jajak Pertama dilakukan di 10 kecamatan untuk mengumpulkan informasi mengenai kandidat lokasi aksi, sedangkan Jajak Kedua difokuskan pada enam sekolah yang telah ditetapkan sebagai titik pelaksanaan pengabdian. Informasi yang diperoleh dari kedua tahapan tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun kegiatan pengajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap sekolah.

Melalui persiapan tersebut, GUIM 16 berupaya menghadirkan program pengajaran yang tidak hanya mendorong peningkatan motivasi belajar siswa, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan kondisi di lapangan. Dengan melibatkan pihak sekolah, pemerintah daerah, perangkat kecamatan, serta masyarakat setempat, pelaksanaan GUIM 16 di Banjarnegara diharapkan dapat menjadi bentuk kolaborasi dalam mendukung pendidikan dasar.