Konten dari Pengguna

Pijar Bunda PAUD Batuceper: Membangun Generasi Emas dari Akar Rumput

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nazmatul uyun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pijar Bunda PAUD Batuceper Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

Mempersiapkan masa depan sebuah bangsa bukanlah pekerjaan instan yang cukup diselesaikan di balik meja birokrasi tingkat atas. Fondasi peradaban justru dibangun dari unit terkecil masyarakat: keluarga dan lingkungan pendidikan anak usia dini. Hari ini, komitmen itu terlihat nyata di Kecamatan Batuceper lewat sosialisasi Aktivasi Pijar Bunda PAUD.

Langkah ini bukan sekadar agenda seremonial di atas kertas. Di bawah arahan Kepala Seksi Kemasyarakatan Kecamatan Batuceper, Bapak Sofiyan, S.Pd.I., M.Pd., pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi. Kehadiran para ibu lurah bersama jajaran Pokja II dari seluruh wilayah—Kelurahan Batujaya, Batusari, Kebon Besar, Poris Gaga, Poris Gaga Baru, hingga Poris Jaya menegaskan satu hal: penguatan fondasi anak usia dini adalah tanggung jawab kolektif kewilayahan.

Secara regulasi, keberadaan figur Bunda PAUD bukanlah simbolitas semata. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD HI) serta Pedoman Peran

kumparan post embed

Bunda PAUD dari Kemendikbudristek secara tegas menempatkan Bunda PAUD sebagai lokomotif penggerak sosial di daerah. Mereka diberi mandat strategis untuk menjembatani advokasi kebijakan, memastikan pemenuhan gizi seimbang guna pencegahan stunting, mengawal transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, hingga mendukung target Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan pra-sekolah.

Melalui platform Pijar Bunda PAUD, arahan regulasi tersebut diturunkan menjadi instrumen kerja yang terpadu. Kita mafhum bahwa tantangan pengasuhan zaman sekarang kian kompleks, mulai dari kesiapan mental bersekolah anak hingga ancaman ketergantungan gawai digital sejak usia dini. Tanpa keterpaduan layanan antara aspek pendidikan, kesehatan, dan pola asuh di tingkat kelurahan, intervensi pemerintah akan berjalan parsial.

Di sinilah peran sentral para penggerak di garda terdepan. Para ibu lurah dan kader Pokja II merupakan jembatan paling dekat dengan warga dan orang tua. Mereka memahami denyut nadi persoalan keluarga di setiap rukun tetangga. Ketika instrumen Pijar diaktifkan secara sungguh-sungguh, kelurahan bertransformasi dari sekadar pos administrasi menjadi benteng utama perlindungan dan stimulasi tumbuh kembang anak.

Sosialisasi di Kecamatan Batuceper hari ini mengirimkan pesan optimisme yang kuat. Menghubungkan amanat regulasi nasional dengan praktik nyata perangkat kecamatan, kelurahan, dan jejaring penggerak masyarakat adalah jalan terbaik menjemput Generasi Emas. Menjaga nyala pijar ini berarti memastikan setiap anak di Batuceper tumbuh sehat, terlindungi, dan berkarakter mulia.

Suasana rapat koordinasi dan sosialisasi Aktivasi Pijar Bunda PAUD di Kecamatan Batuceper yang dihadiri perwakilan enam kelurahan. Foto: Dok. Pribadi