Jangan Anggap Depresi Sebagai Hal Sepele, Begini Cara Mencegah Depresi !

mahasiswi keperawatan semester 1, fakultas ilmu kesehatan UIN Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Evry Wanda Junianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang pasti pernah mengalami banyak masalah dalam kehidupannya. Jika seseorang mudah menyerah dan tidak kuat dalam menghadapi berbagai masalah itu dapat menimbulkan depresi. Depresi dapat dialami oleh berbagai kalangan, baik muda, remaja ataupun orang dewasa. Depresi juga merupakan hal utama yang sering menyebabkan seseorang bunuh diri.
Pengertian
Depresi merupakan keadaan dimana mental seseorang yang ditandai dengan emosional yang tidak stabil, sedih, marah, dan hilang harapan. Depresi merupakan bentuk gangguan jiwa pada alam perasaan seseorang, yang ditandai dengan kesedihan, kemurungan, kehilangan gairah hidup, hilang semangat, dan merasa tidak berguna. Keadaan ini juga gangguan emosional dan suasana hati seperti kesenduhan, kepedihan dan berbagai perasaan negatif lainnya. Hal ini ditandai dengan rasa sedih berkepanjangan, rasa bersalah yang tidak berarti, dan putus harapan. Sehingga memengaruhi keadaan seseorang dalam berinteraksi sosial.
Gejala dan ciri-ciri depresi
Gejala fisik berupa:
Sulit berkonsentrasi, mengingat, dan memutuskan suatu hal
Gangguan pola tidur, seperti sulit tidur (insomnia) dan tidur berlebihan (hipersomnia)
Selalu lemas, lelah, dan lambat
Sakit kepala, sakit lambung, masalah pencernaan, bahkan nyeri kronis.
Sulit makan ataupun makan berlebihan
Terkadang merasa berat pada bagian kaki dan juga tangan
Gejala psikis berupa:
Rasa putus asa dan pesimis
Sensitif
Merasa bersalah, rasa terbebani, tidak berharga, dan tidak berguna
Tidak percaya diri
Selalu memiliki pikiran untuk mati dan bunuh diri
Rasa sedih, cemas, dan hampa dalam jangka waktu yang panjang
Gampang tersinggung dan tidak tenang
Penyebab depresi yaitu ada beberapa faktor, yaitu faktor kepribadian atau psikologis dimana seseorang memiliki harga diri yang rendah, menjadi individu yang dependent, dan tidak asertif. Selalu berpikiran seperti menyalahkan diri sendiri atas ketidak beruntungan. Itulah mengapa seseorang yang mengalami depresi selalu menganggap dirinya tidak bisa mengendalikan kondisi dirinya dan lingkungan. Lalu ada faktor sosial yang berupa pernah mengalami kejadian traumatik seperti kehilangan seseorang atau pekerjaan, masalah keuangan, trauma masa kecil, penggunaan obat-obatan dan narkoba, tekanan untuk menjadi yang terbaik, dan sebagainya.
Depresi dapat menyebabkan hal-hal seperti bunuh diri, gangguan tidur, gangguan kepribadian, gangguan pada pola makan, gangguan dalam pekerjaan, dan bahkan menimbulkan perilaku merusak.
Cara menangani depresi
Ada beberapa cara untuk menangani depresi yaitu dengan merubah pola hidup, dengan pengobatan (obat antiretroviral/ARV) dan dengan terapi ke psikologi. Perubahan pola hidup bisa dimulai dengan rajin berolahraga, dengan berolahraga seseorang dapat menghalangi pikiran buruk dan negatif dan menghasilkan perasaan positif. Mengatur pola makan juga penting untuk mencegah depresi semakin parah. Beberapa orang juga biasa untuk berdoa atau mendekatkan diri kepada tuhan untuk menjauhkan diri dari pikiran negatif dan hal-hal yang negatif. Nah tentu juga dengan liburan atau healing, dengan berjalan-jalan di tempat yang asri dan sejuk dapat meningkatkan mood juga menghilangkan pikiran negatif, tubuh juga akan merasa tenang, rileks dan nyaman.
Untuk mencegah terjadinya depresi kita harus percaya diri, tidak membandingkan diri dengan orang lain dan tidak menyalahkan diri sendiri ketika mengalami kegagalan. Selalu bersikap realistis pada apa yang kita harapkan dan apa yang bisa kita lakukan. Tentu dukungan keluarga juga menjadi hal penting agar seseorang bisa sembuh dari depresi, dan harus menghindari menutup diri atau menyendiri, coba untuk lebih bersosialisasi dengan orang sekitar dan melakukan aktivitas di lingkungan sekitar.
