Konten dari Pengguna

Jelang Liga 1 2020, PSS Masih Dilanda Permasalahan Internal

Viral Sport

Viral Sport

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi Protes Suporter PSS Sleman. Foto: Sosial Media Suporter PSS (Brigata Curva Sud).
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Protes Suporter PSS Sleman. Foto: Sosial Media Suporter PSS (Brigata Curva Sud).

Liga 1 musim 2020 akan bergulir pada 29 Februari mendatang. Konsestan yang terdiri dari 18 tim akan memperebutkan posisi terbaiknya sesuai dengan targetnya masing-masing. Partai pembuka akan mempertemukan Persebaya Surabaya selaku tuan rumah menghadapi tim Promosi, Persik Kediri pada Sabtu (29/2/2020).

Masing-masing tim sudah bersiap untuk menyongsong musim baru dengan merekrut beberapa pemain-pemain baru untuk melengkapi kekurangan tim.

Namun, permasalahan yang belum kunjung usai terdapat pada tubuh PSS. Tim kebanggaan masyarakat Sleman tersebut masih dilanda permasalahan internal antara manajemen dengan para suporternya.

Ketidakharmonisan antara pendukung fanatik PSS dengan manajemen terjadi karena ketidakpuasan para suporter terhadap pengelola PSS.

instagram embed

Pada musim 2019, Ultras PSS atau dikenal dengan Brigata Curva Sud (BCS), mempertontonkan koreo bergambar angka delapan sebagai bentuk delapan tutuntan mereka terhadap management PSS Sleman.

Dikutip dari official BCS, delapan tuntutan tersebut meliputi:

  1. Program Pembinaan dan Akademi Usia Muda PS Sleman. Pengembangan usia muda atau akademi yang dikerjakan seadanya. Untuk akademi memang diasuh oleh SDM berkompeten. Namun secara operasional, terlihat betapa kurang diperhatikan. Kasus tempat menginap sewaktu laga tandang, hingga permasalahan admistrasi pemain yang terpaksa terhenti ditenggah jalan karena putus kontrak.

  1. Mess untuk PS Sleman. Pemain PSS masih menggunakan hotel dan itu milik pribadi.

  1. Lapangan untuk Berlatih. Lapangan latihan yang tak jelas dan selalu berpindah.

  1. Marketing & Bussines Development yang buruk. Hingga tulisan ini diturunkan belum ada sponsor baru yang bergabung bersama PSS. Serta, yang disayangkan ketika CEO PT. PSS justru memilih menggandeng agensi sponsorship. Tidak digarap secara mandiri.

  1. Memanfaatkan Media Klub sebagai Pusat Informasi dan Publikasi. Kejadian press conference hari lalu seakan menampar secara terbuka yang kami inginkan. Adapun alasan mengenai lupa memberikan mandat kepada media klub adalah bentuk ketidakmampuan CEO dengan segala kuasa dan posisinya.

  1. Menghapus Peran dan Posisi Ganda. Masih ada posisi dalam manajemen tim maupun PT yang tumpang tindih. Seperti; peran ganda Bapak Yohanes sebagai Humas PT dan manajer akademi.

  1. Penyelenggaraan Pertandingan yang Profesional. Penyelenggara Pertandingan gagal mengelola dengan baik. Dari sistem ticketing, pembagian kuota kepada suporter tamu dan masih banyaknya calo berkeliaran yang membuat penonton tidak nyaman serta image buruk bagi PSS.

  1. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang Jelas dalam Perusahaan. Tidak ada Good Corporate Governance dalam bekerja yang sesuai porsi. Ini juga terjadi antara pejabat PT dengan karyawan di dalamnya.

Pendukung setia PSS menganggap saat ini delapan tuntutan tersebut belum dapat dipenuhi. Delapan tuntutan tersebut mereka lakukan sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap tim kebanggaannya dan mendorong PSS untuk lebih profesional dalam segi pengelolaan tim.

Kekecewaan pendukung PSS semakin bertambah ketika Coach Seto Nurdiantoro resmi meninggalkan tim pada Januari 2020. Setelah itu, managemen 'Elang Jawa' menunjuk Eduardo Perez untuk menjadi pelatih kepala. Namun, Eduardo akhirnya mundur juga pada Senin (24/2).

Aksi para pemain Persib Bandung saat melawan PSS Sleman di laga uji tanding. Foto: dok. Media Persib

Permasalahan internal tersebut membuat kekecewaan suporter memuncak. Mereka juga pesimistis menyambut musim anyar.

Ryan Susanto, salah satu Suporter PSS Sleman mengatakan, "Tentu masih (menuntut 8 tuntutan ke management) karena 8 tuntutan tersebut belum direalisasikan."

"Tentu saja pasti ada (aksi boikot pertandingan). Bisa dilihat sendiri dari laga ujicoba hanya segelintir orang saja yang datang (ke stadion) mungkin kalau dipresentasikan hanya 3% dari total keseluruhan Sleman fans," ujarnya.