Sean Combs Tuntut Balik Lil Rod Atas Dugaan Pencurian Rekaman Video

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gavel, auction, law. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gavel, auction, law. Foto: Pixabay

Perseteruan hukum antara Sean Combs dan Rodney Jones, yang lebih dikenal sebagai Lil Rod, memasuki babak baru yang semakin memanas. Sang produser musik kini resmi melayangkan gugatan balik terhadap Jones dengan tuduhan telah mencuri dokumen video pribadi miliknya. Rekaman tersebut kemudian diduga dijual secara ilegal ke platform Netflix untuk proyek docuseries yang diproduseri oleh rival lamanya, 50 Cent.

Tak hanya itu, dalam berkas gugatan resmi yang diajukan baru-baru ini, pihak hukum Combs tidak hanya mempermasalahkan kepemilikan materi footage tersebut. Mereka juga menuding Jones telah menyebarkan serangkaian pernyataan bohong dan mencemarkan nama baik melalui dokumenter empat bagian bertajuk Sean Combs: The Reckoning. Perselisihan ini menjadi kelanjutan dari drama hukum panjang yang menyelimuti karier Combs selama beberapa tahun terakhir.

Asal-Usul Konflik dan Tuduhan Pencurian Rekaman

Kronologi perselisihan ini berakar dari akhir tahun 2022 ketika Combs sedang mempersiapkan sebuah film dokumenter pribadi yang merangkum perjalanan karier panjangnya di industri musik global. Kala itu, Jones baru saja direkrut untuk membantu proses produksi album terbaru Combs yang bertajuk The Love Album: Off the Grid. Di tengah kolaborasi tersebut, sebuah insiden mengejutkan diduga terjadi saat mereka sedang berlibur bersama di kepulauan St. Barts.

Sementara itu, menurut dokumen pengadilan yang diperoleh pihak media, Jones dituduh menyelinap ke ruang kerja videografer pribadi Combs yang berada di atas kapal pesiar mewah. Tanpa izin dari pemiliknya, ia disinyalir mengakses perangkat komputer dan membawa kabur beberapa komputer diska keras (hard drives) yang berisi rekaman mentah bernilai tinggi. Kuasa hukum Combs menegaskan bahwa Jones sama sekali tidak memiliki hak kepemilikan ataupun lisensi untuk menyebarkan, apalagi menjual materi visual eksklusif tersebut kepada pihak ketiga mana pun termasuk streamer global.

Tudingan Pencemaran Nama Baik dalam Dokumenter

Rekaman yang diduga dicuri tersebut pada akhirnya muncul dalam sebuah program spesial garapan Netflix. Program yang disutradarai oleh tim produksi bentukan rapper 50 Cent tersebut menuai banyak sorotan dan bahkan sempat mendapatkan beberapa nominasi penghargaan televisi. Namun bagi Combs, kehadiran tayangan tersebut merupakan sebuah serangan personal yang didasari oleh motivasi finansial belaka.

Pihak pengacara Combs menyatakan bahwa Jones sengaja memanfaatkan momentum ini untuk melakukan kampanye balas dendam demi meraup keuntungan pribadi yang besar. Melalui pernyataan resmi dalam berkas gugatan, mereka menegaskan, “Jones telah menyebarkan kebohongan yang merusak reputasi klien kami dalam dokumenter tersebut, sembari mengeruk keuntungan dari materi yang ia dapatkan secara ilegal.” Tuduhan ini membantah keras seluruh kesaksian Jones yang menyebutkan adanya berbagai aktivitas menyimpang di lingkungan kerja Combs.

Riwayat Gugatan dan Babak Hukum Selanjutnya

Jauh sebelum tuntutan balik ini mencuat, Jones sebenarnya telah lebih dulu menggugat Combs dengan nilai tuntutan fantastis mencapai 30 juta dolar pada awal tahun 2024. Langkah hukum tersebut diambil hanya berselang beberapa bulan setelah mantan kekasih Combs, Casandra Ventura atau Cassie, membongkar kasus kekerasan seksual yang berakhir dengan kesepakatan damai bernilai jutaan dolar dalam waktu singkat. Dalam gugatannya, Jones mengaku telah mengalami pelecehan seksual, dipaksa mengonsumsi obat-obatan terlarang, hingga menyaksikan berbagai tindakan kriminal selama bekerja dengan Combs.

Kini situasi hukum justru berbalik menekan Jones yang harus menghadapi konsekuensi serius atas tindakan dugaan pencurian data tersebut. Combs, yang saat ini sedang menjalani hukuman penjara 50 bulan terkait kasus prostitusi dari persidangan kriminalnya pada pertengahan 2025, menuntut ganti rugi materiil dalam jumlah yang akan ditentukan di pengadilan nanti. Selain itu, ia mendesak agar Jones segera mengembalikan seluruh salinan fisik maupun digital dari rekaman video yang menjadi sengketa dan memusnahkan sisa salinan yang masih tersisa.