Konten dari Pengguna

Dorong Digitalisasi UMKM, MMD UB Dampingi Pembuatan NIB & QRIS di Desa Wonorejo

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zhafirah Nur R tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi pembuatan QRIS kepada UMKM. Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi pembuatan QRIS kepada UMKM. Dok. Istimewa

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk dunia. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai inovasi digital agar tetap kompetitif dan mampu mengambangkan usahanya. Menjawab kebutuhan tersebut, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 31 melaksanakan program kerja berjudul “Peningkatan Literasi Keuangan Digital bagi Pelaku Usaha UMKM di Desa Wonorejo” sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

Program ini dilaksanakan di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dengan sasaran berbagai pelaku UMKM, seperti pedagang lalapan, penjual susu kedelai, pemilik toko busana, penjahit, pengrajin aksesoris, pemilik toko kue, serta berbagai jenis usaha mikro lainnya. Kegiatan berlangsung pada 21 - 31 Juli 2026 melalui pendekatan door to door, di mana mahasiswa MMD UB Kelompok 31 mendatangi secara langsung rumah maupun tempat usaha warga untuk memberikan edukasi dan pendampingan secara personal.

Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh masih adanya pelaku UMKM yang menjalankan usahanya secara konvensional,baik dalam sistem pembayaran maupun pengelolaan administrasi usaha. Sebagian pelaku usaha juga belum memiliki legalitas usaha yang resmi serta belum memanfaatkan layanan pembayaran digital yang kini semakin umum digunakan oleh masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi membatasi peluang pengembangan usaha di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Melalui program ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi keuangan digital bagi keberlangsungan dan perkembangan usaha. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan layanan keuangan digital, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi usaha dan memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan pembayaran.

Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga melakukan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM agar mereka dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara nyata. Salah satu fokus utama kegiatan adalah membantu pelaku usaha dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS). Pendampingan dilakukan mulai dari persiapan dokumen, proses pendaftaran, pengisian data usaha, hingga penerbitan NIB.

Kepemilikan NIB menjadi langkah penting dalam memperkuat legalitas usaha serta membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh terhadap berbagai program pengembangan usaha, pelatihan, maupun dukungan permodalan. Dengan adanya legalitas usaha yang jelas, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih luas.

Selain pendampingan legalitas usaha, mahasiswa juga membantu UMKM dalam pembuatan QRIS sebagai alternatif sistem pembayaran digital. Melalui pendampingan ini, pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai manfaat penggunaan QRIS sekaligus dibimbing dalam proses pendaftarannya. Kehadiran QRIS memungkinkan konsumen melakukan pembayaran secara non-tunai dengan lebih praktis melalui berbagai aplikasi pembayaran digital yang telah mendukung standar nasional tersebut.

Seluruh proses pendampingan pembuatan NIB dan QRIS diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Pendekatan door to door yang diterapkan memungkinkan mahasiswa memberikan pendampingan yang lebih intensif sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Melalui kunjungan tersebut, pelaku UMKM dapat berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi serta memperoleh bantuan secara langsung dalam proses digitalisasi usahanya.

Program ini mendapatkan sambutan positif dari para pelaku UMKM di Desa Wonorejo. Banyak peserta mengaku sebelumnya belum memahami manfaat maupun prosedur pembuatan NIB dan QRIS. Sebagian lainnya merasa kesulitan untuk mengurus legalitas usaha maupun layanan pembayaran digital secara mandiri. Dengan adanya pendampingan langsung dari mahasiswa, mereka menjadi lebih memahami proses yang harus dilakukan serta memperoleh kesempatan untuk mulai memanfaatkan layanan digital dalam kegiatan usahanya.

Para pelaku usaha menilai bahwa program ini memberikan manfaat yang nyata, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai keuangan digital, legalitas usaha, dan sistem pembayaran non-tunai. Kehadiran QRIS dinilai mampu memberikan kemudahan dalam transaksi sehari-hari, sementara kepemilikan NIB menjadi langkah penting dalam memperkuat status usaha yang sedang dijalani.

Program kerja ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Tahun 2026 yang didukung oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Muhammad Rizki Pratama, S.IAN., MPA. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yaitu Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Melalui program ini, MMD Universitas Brawijaya Kelompok 31 berharap pelaku UMKM di Desa Wonorejo semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital. Peningkatan literasi keuangan digital, kepemilikan NIB, serta penggunaan QRIS diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat legalitas usaha, memperluas peluang pengembangan bisnis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.