Konten dari Pengguna

Mahasiswa UB Kembangkan Layanan Digital untuk Warga Desa Wonorejo

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zhafirah Nur R tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Pelaksanaan Sosialisasi Penambahan Fitur Pelaporan. Dok. Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pelaksanaan Sosialisasi Penambahan Fitur Pelaporan. Dok. Istimewa.

Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 31 mengembangkan fitur pelaporan kekerasan pada aplikasi SIMAMA Mobile Desa Wonorejo sebagai upaya mendukung peningkatan akses layanan pelaporan bagi masyarakat desa. Program ini dilaksanakan pada 9 - 21 Juni 2026 dan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik di tingkat desa.

SIMAMA Mobile merupakan aplikasi milik Pemerintah Desa Wonorejo yang sebelumnya digunakan sebagai sarana pelayanan administrasi dan surat-menyurat bagi masyarakat setempat. Melalui hasil observasi dan diskusi bersama perangkat desa, tim MMD UB Kelompok 31 mengidentifikasi perlunya pengembangan fitur yang dapat mendukung penanganan permasalahan sosial di masyarakat, khususnya terkait kasus kekerasan seksual dan bentuk kekerasan lainnya.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, mahasiswa MMD UB mengembangkan fitur pelaporan yang memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan laporan secara lebih mudah melalui aplikasi SIMAMA Mobile. Fitur ini dapat dimanfaatkan oleh warga yang mengalami kejadian kekerasan maupun saksi yang mengetahui adanya dugaan tindakan kekerasan. Laporan yang masuk selanjutnya dapat diteruskan kepada pihak terkait untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku di desa.

Pengembangan fitur dilakukan selama periode 9 - 21 Juni 2026 melalui serangkaian tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, hingga implementasi pada aplikasi SIMAMA Mobile. Setelah proses pengembangan selesai, fitur tersebut berhasil diintegrasikan ke dalam aplikasi dan telah dapat digunakan oleh masyarakat Desa Wonorejo.

Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan inovasi tersebut kepada masyarakat, tim MMD UB Kelompok 31 melaksanakan sosialisasi yang dilakukan di sela-sela acara yang melibatkan pelaku UMKM dan warga Desa Wonorejo. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menampilkan video yang berisi penjelasan mengenai fungsi fitur, tata cara pelaporan, serta pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan responsif terhadap kasus kekerasan.

Foto Penyerahan Fitur kepada Perangkat Desa Wonorejo, Kabupaten Malang. Dok. Istimewa.

Sekretaris Desa Wonorejo, M. Bagus Mukmin, menyambut baik pengembangan fitur tersebut. Menurutnya, keberadaan kanal pelaporan yang terintegrasi dalam aplikasi desa dapat membantu masyarakat dalam mengakses layanan pelaporan dengan lebih mudah.

"Harapannya masyarakat Desa Wonorejo dapat dipermudah terkait pelaporan pelecehan seksual," ujar Bagus.

Selain melakukan sosialisasi, MMD UB Kelompok 31 juga menyerahkan modul penggunaan dan pengelolaan fitur kepada Pemerintah Desa Wonorejo sebagai keberlanjutan program. Modul tersebut berisi materi tentang kekerasan seksual, panduan operasional, alur pengelolaan laporan, serta langkah-langkah pemeliharaan sistem yang dapat digunakan oleh perangkat desa setelah program MMD berakhir.

Penyerahan modul dilakukan bersamaan dengans erah terima Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada Pemerintah Desa Wonorejo. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen antara mahasiswa dan pemerintah desa untuk memastikan bahwa inovasi yang telah dikemnbangkan dapat terus dimanfaatkan dan dikemvangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masa yang akan datang.

Melalui pengembangan fitur pelaporan pada SIMAMA Mobile, MMD Universitas Brawijaya Kelompok 31 berharap masyarakat Desa Wonorejo memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan pelaporan serta memperoleh saluran pengaduan yang lebih terintegrasi. Program ini dilaksanakan dengan pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Muhammad Rizki Pratama, S.IAN., MPA, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 (Pendidikan Desa Berkualitas) melalui peningkatan literasi masyarakat mengenai mekanisme pelaporan dan perlindungan terhadap korban kekerasan, serta SDGs poin 16 (Desa Damai Berkeadilan) melalui penguatan akses masyarakat terhadap layanan pengaduan yang lebih inklusif dan responsif.