Jokowi Bahas Ekonomi dan Toleransi dengan 20 Ulama di Istana

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jokowi Bertemu Ulama (Foto: Yudhistira Amran/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi Bertemu Ulama (Foto: Yudhistira Amran/kumparan)

Usai memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Presiden Joko Widodo menerima para ulama. Ulama itu berjumlah 20 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Jokowi menerima mereka di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/4). Jokowi tampak didampingi oleh Menkopolhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

"Silaturahim pada siang hari ini, yang pertama kami sangat menghargai peran dan seluruh usaha para ulama dalam membina umat Islam dalam mengawal umat Islam sehingga kita semuanya dapat memelihara semangat kebersamaan, semangat kedamaian dan ini juga karena berkat bimbingan para ulama dalam mendinginkan suasana di kotanya," kata Jokowi.

Baca juga: Ketum MUI Ma'ruf Amin Dipanggil Jokowi ke Istana Saat Aksi 313

"Di daerahnya dalam menyejukkan kita semua, dalam kehidupan sehari-hari, dan kami dari pemerintah ingin sekali lagi menitipkan kepada para ulama agar kesejukan dalam mendinginkan situasi kota dan daerah maupun negara kita ini terus kita jaga bersama-sama antara ulama sehingga negara kita selalu dalam keadaan damai. Amin," lanjut dia.

Jokowi kemudian menyampaikan soal kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Di hadapan para ulama, Presiden menyampaikan di antara negara anggota G-20, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya kalah dari China dan India.

Jokowi Bertemu Ulama (Foto: Yudhistira Amran/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi Bertemu Ulama (Foto: Yudhistira Amran/kumparan)

"Kalau kita bandingkan dengan negara lain dengan negara-negara G-20 misalnya, negara-negara besar kita hanya kalah dengan China dan India. Indonesia berada dalam posisi nomor tiga," ucap Jokowi.

Baca juga: Sehari Jelang Aksi 313, Jokowi Panggil Ketua Umum MUI ke Istana

Selain itu, Jokowi juga memuji pemerintah yang masih bisa menjaga posisi inflasi pada 3,02 persen yang sebelumnya berada di posisi 8 sampai 9 persen.

"Sehingga ini yang terus kita lakukan dalam menjaga ekonomi negara kita. Tapi harus kita sampaikan apa adanya bahwa tantangan negara, bangsa kita adalah kesenjangan, masalah keadilan ekonomi, masalah pemerataan ekonomi," tuturnya.

Berikut nama 20 ulama itu berdasarkan daftar yang dirilis Biro Pers Istana Kepresidenan:

1. KH Irfan Wahid (putra KH Sholahudin Wahid) dari Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang

2. KH Sanusi Baci dari Rais Syuriah NU, Sulawesi Selatan

3. DR Hardadi dari Cendikiawan Islam (mewakili Prof Dr KH M Tholhah Hasan)

4. KH Syukron Makmun dari Pondok Pesantren Darurohman, Jakarta

5. KH Drs Ahmad Musthofa, M.Ag dari Pondok Pesantren Modern Pabelan, Magelang

6. KH Abdullah Zaidi dari Pondok Pesantren Al Irsyad, Jakarta

7. KH Muhtadi Dimyati dari Pondok Pesantren Cidahu Pandeglang (Mufti Syafiiah) Nasionalis, Banten

8. Prof Dr Maman Abdurrahman dari Ketua MAJ Penasehat Persatuan Islam (PERSIS)

9. Dr KH Jeje Jaenudin, M.Ag dari Wakil Ketua Umun Persatuan Islam

10. Ust Ahmad Perlaungan Tanjung dari Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta

11. Dr Rahman Sabon Nama dari Cendikiawan Islam

12. Dr Yusnar Yusuf Rangkuti dari Ketua Umum Al Wasliah

13. KH Ahmad Sadeli Karim dari Ketua Umun Mathla'ul Anwar, Banten

14. Hj Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid dari Ketua Umun Nadhatul Wathan, Mataram

15. Dr Ir Lukmanul Hakim, M.Si dari Ketua Umum Al Ittihadiyah

16. KH Sholeh Hasan dari Pondok Pesantren Khoriatul Umah, Bandung

17. KH Hasib Wahab Khasbullah dari Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang

18. KH Subhan Makmun dari Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi, Brebes

19. KH Jazuli Kasmani dari Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten

20. KH Aris Ni'matullah dari Pondok Pesantren Buntet Cirebon