5 Reaksi yang Akan Terjadi pada Tubuh saat Menggunakan Kondom

17 Mei 2017 17:05 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:17 WIB
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kondom mencegah pertumbuhan antibodi antisperma. (Foto: Thinkstock)
Meski dihadirkan untuk mencegah kehamilan pada keluarga berencana, namun tidak banyak pasangan suami istri yang menggunakan kondom saat berhubungan intim. Salah satu penyebabnya adalah bahan karet atau latex yang umum digunakan sebagai material kondom menyebabkan banyak gesekan yang terjadi, sehingga rasa tak nyaman sering dirasakan oleh kebanyakan pasangan suami istri.
ADVERTISEMENT
Namun rupanya, bukan hanya rasa tidak nyaman saja yang dialami pasangan. Ada beberapa reaksi yang akan terjadi pada tubuh saat area genitalia bersentuhan langsung dengan alat pengaman tersebut seperti dilansir Bustle. Apa saja?
1. Kondom Bikin Iritasi
Kondom bikin iritasi (Foto: Thinkstock)
Bagi Anda yang memiliki alergi pada bahan karet latex, sebaiknya hindari penggunaan kondom saat sedang berhubungan intim dengan pasangan. Meskipun user-friendly, namun efek samping penggunaan kondom bisa menyebabkan iritasi.
Berbagai gejala alergi bisa dirasakan seperti ruam, sensasi terbakar dan juga gatal-gatal. Jika Anda dan pasangan ingin berhubungan intim namun alergi ada latex, gunakan alternatif lain dengan cara meminum pil KB. Di pasaran juga terdapat kondom dengan bahan non-latex seperti linen, sutera atau kulit. Namun sayangnya, jenis kondom seperti ini mudah sobek.
ADVERTISEMENT
2. Produksi Antibodi Antisperma Lebih Sedikit
Antibodi Antisperma atau ABAS adalah sel-sel yang menyerang sperma normal. Jika ditubuh ditemukan ABAS maka bisa merusak sperma normal. Namun, ABAS juga bisa menyerang wanita. Berdasarkan salah satu penelitian yang dilakukan pada 2011 silam, penggunaan kondom akan mengurangi perkembangan antibodi antisperma pada tubuh wanita.
Sekitar 5 persen wanita dengan infertilitas yang tak terjelaskan memiliki antibodi ini di dalam darahnya sehingga bisa membuat wanita sulit hamil. Penggunaan kondom akan mencegah antibodi ini tumbuh.
3. Kondom Tak Akan Memengaruhi Kesuburan
Kondom tak akan memengaruhi kesuburan (Foto: Thinkstock)
Masuknya benda asing, baik kondom berbahan latex atau non latex ke dalam vagina tidak akan memengaruhi kesuburan Anda. Kondom hanya bersifat membatasi antara sperma dengan alat reproduksi wanita sehingga tidak akan menutup kemungkinan jika Anda akan tetap hamil meskipun telah menggunakan kondom.
ADVERTISEMENT
Kondom juga bersifat sementara, oleh karena itu kesuburan Anda bisa pulih kembali setelah menghentikan penggunaan kondom. Alat kontrasepsi ini juga tidak berdampak apapun pada siklus haid atau pada sistem reproduksi Anda.
4. Kurang Bergairah
Sebuah studi pada 2002 meneliti sebanyak 293 wanita. Mereka mengaku jika penggunaan kondom terlalu sering bisa berdampak pada turunnya mood bercinta mereka. Sedangkan mereka yang tidak pernah menggunakan kondom saat berhubungan intim mengaku jauh lebih senang dan bergairah.
Penggunaan kondom yang lebih sering akan memengaruhi gaya hidup seseorang dan menyebabkan wanita merasa tidak bahagia karena menganggap kurangnya hubungan seksual yang stabil. Faktor lain yang menentukan wanita menjadi kurang bergairah adalah minimnya jumlah paparan sperma yang diterima oleh wanita sehingga menyebabkan menurunya hormon serotonin dan endorfin yang berkontribusi pada suasana hati.
ADVERTISEMENT
5. Kurangnya Produksi Lubrikasi
Saat sedang berhubungan intim, vagina yang terangsang akan mengeluarkan cairan. Mirip seperti lendir, cairan bening inilah yang dinamakan lubrikasi. Cairan ini berguna untuk mengurangi gaya gesek selama berhubungan seksual.
Penggunaan kondom tentu akan mengurangi produksi lubrikasi. Jika produksi cairan berkurang maka bisa mengakibatkan dinding vagina kering. Namun, hal ini tidak akan terjadi apabila Anda menggunakan kondom yang tidak berbasis minyak karena akan mengurangi fungsi latex sebagai bahan dasar kondom.