• 4

Hotel Ini Tawarkan Sensasi Menginap di Alam Terbuka, Seperti Apa?

Hotel Ini Tawarkan Sensasi Menginap di Alam Terbuka, Seperti Apa?


Hotel di atas bukit

Hotel di atas bukit (Foto: Reuters/Arnd Wiegmann)
Bagi yang menyukai kebebasan, berkemah di alam terbuka mungkin jadi kegiatan favorit yang bisa dilakukan. Melihat hamparan bintang di langit, merasakan desiran udara yang menari di malam hari, hingga ketenangan yang diciptakan oleh sang alam menjadi sebuah sajian yang tak akan pernah bisa terbayarkan.
Namun, kegiatan "mewah" ini tak selamanya disukai oleh orang-orang. Banyak juga orang yang tak suka berkemah di alam terbuka dan lebih memilih bermalam di hotel dengan kasur empuk yang siap menyambut rasa lelah tuannya. Kenyamanan menjadi salah satu alasan kenapa orang-orang lebih memilih menginap di hotel daripada berkemah dengan tenda.

Hotel di atas bukit

Hotel di atas bukit (Foto: Reuters/Arnd Wiegmann)
Tetapi, jika kamu termasuk orang yang tetap ingin merasakan rasanya berkemah di alam terbuka tetapi tetap nyaman, mungkin kamu bisa mencoba tempat ini. Sebuah hotel terbuka di Swiss siap menawarkan sensasi baru bagi orang-orang yang ingin "berkemah".
Adalah Hotel Null Stern yang menawarkan sensasi berbeda ini. Dilansir Metro, hotel yang terletak di pegunungan Graubunden, Swiss, ini tidak memiliki dinding dan langit-langit seperti kebanyakan hotel lainnya. Sebaliknya, mereka hanya menyediakan tempat tidur double, meja di samping tempat tidur, dan lampu. Hanya sesimpel itu.

Hotel di atas bukit

Hotel di atas bukit (Foto: Reuters/Arnd Wiegmann)
Tidak adanya jendela atau dinding yang menghalangi pandangan membuat kamu dengan bebas bisa melihat hamparan bintang-bintang dan pemandangan pegunungan, sambil duduk-duduk santai di tempat tidur hotel. Sungguh menyenangkan!
Meskipun memiliki konsep yang mewah, namun ada beberapa hal yang menghalangi hotel ini untuk memenuhi standar pengalaman menginap di hotel mewah.

Hotel di atas bukit

Hotel di atas bukit. (Foto: Reuters/Arnd Wiegmann)
Hal ini karena tidak tersedianya kamar mandi, dan kamu harus berjalan sekitar 10 menit untuk ke toilet serta shower terdekat. Sedikit mengganggu saat kamu naik ke tempat tidur di pagi hari dan merasa ingin buang air kecil.
Tak hanya itu, pembatalan pemesanan juga bisa saja sewaktu-waktu dilakukan di menit terakhir karena cuaca buruk, yang berarti rencana akhir pekan impian kamu akan hanyut oleh hujan.
Dan jika kamu tertarik untuk merasakan sensasi menginap yang berbeda ini, siapkan uang sebesar £200 atau Rp 3,5 juta per malam . Harga yang ditawarkan memang sedikit lebih mahal dibandingkan jika kamu menginap di sebuah tenda. Namun, banyak yang beranggapan bahwa harga yang ditawarkan cukup layak, karena hotel yang terletak di ketinggian 6.463 kaki di atas permukaan laut itu dikelilingi oleh pegunungan dan alam yang hijau.
Kamu juga tak perlu khawatir soal makanan, karena akan ada pelayan yang akan menyambut pagi harimu dan menyajikan sandwich serta kopi untuk sarapan.

Hotel di atas bukit

Hotel di atas bukit (Foto: Reuters/Arnd Wiegmann)
Hotel unik ini sendiri merupakan ciptaan seniman konseptual Frank dan Patrik Riklin, serta perancang profesional Daniel Charbonnier. Mereka membuat proyek ini dengan dukungan dari Alps Art Academy dan Safiental Tourism. Mereka juga berharap bisa memang lebih banyak temat tidur di pedesaan Swiss.
Jadi, tertarik untuk merasakan sensasi berbeda berkemah dengan kasur yang empuk dan nyaman?

Baca Juga :



    LifestyleTravelInspirasi

    500

    Baca Lainnya