Cerita Bobby Nasution Saat Jadi Walkot Medan, Ada Kajari Minta Uang ke Kepsek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Kepala Kajati Sumut Muhibuddin menandatangani MoU tentang Sinergi Pencegahan Terhadap Penyimpangan dan Gangguan Dalam Penyelenggaraan di Bidang Pendidikan di Wilayah Provinsi Sumut, Medan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Diskominfo Sumut
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Kepala Kajati Sumut Muhibuddin menandatangani MoU tentang Sinergi Pencegahan Terhadap Penyimpangan dan Gangguan Dalam Penyelenggaraan di Bidang Pendidikan di Wilayah Provinsi Sumut, Medan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Diskominfo Sumut

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution menceritakan suatu momen saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota di Medan. Kala itu, Bobby berselisih dengan salah satu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) terkait permintaan uang oleh Kajari kepada para kepala sekolah.

"Saya ingat Pak (Kajatisu), saya pernah berantem sama salah satu Kajari saya di Medan. Karena kepala sekolah, Kajarinya waktu itu minta uang ke kepala sekolah-kepala sekolah," kata Bobby saat memberikan kata sambutan acara MOU Pemprov Sumut dengan Kejati Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Selasa (6/10).

Bobby menuturkan, uang yang diminta oleh Kajari kepada kepala sekolah pun bervariasi, dari Rp5 juta hingga Rp10 juta.

"Saya ingat totalnya ada yang Rp5 juta, ada yang Rp10 juta," ucap Bobby.

Bobby mengatakan, saat itu sedang dilaksanakan kegiatan antara Forkopimda, yang dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu). Sebelum dilaksanakan kegiatan tersebut Bobby memberikan laporan kepada Kepala Dinas Pendidikan tentang keresahan yang dialami oleh pihak sekolah.

"Kebetulan pada saat itu siangnya saya mau ketemu sama Pak Kajati, dulu ya. Kebetulan ada kegiatan Pemko Medan dan Kajati Sumut. Paginya, itu Kepala Dinas Pendidikan, saya laporan ada berapa guru segala macam," ujar Bobby.

Sehingga, Bobby pun menghubungi Kajari untuk menanyakan kehadirannya pada kegiatan Forkopimda tersebut. Lalu, Kajari pun mengatakan bahwa dirinya hadir.

Kemudian, Bobby menyebutkan terkait persoalan meminta uang kepada kepala sekolah bahwa dirinya akan menanggung biaya tersebut. Dengan syarat, kata Bobby, uang itu harus diserahkan di depan Kajati Sumut.

"Pak Kajari nanti yang uang kepala sekolah ini enggak sudah dari kepala sekolah, dari saya saja. Tapi kalau boleh, nanti saya serahkan di depan Kajatisu. Saya bilang 'gimana Pak?, boleh? saya bilang. Kalau boleh saya siapkan sekarang," imbuh Bobby.

Kajari tersebut mengurungkan niatnya dan permintaan uang itu pun tidak tidak terjadi. "Alhamdulillah enggak jadi waktu itu," kata Bobby.

Namun, Bobby mengatakan hubungan mereka menjadi renggang akibat persoalan tersebut. Bobby juga enggan menyebutkan apakah Kajari itu merupakan Kajari Medan atau Belawan.

"Cuman habis itu konsekuensinya agak renggang hubungan waktu itu memang. Konsekuensinya agak renggang Pemko Medan dengan salah satu Kajari. Saya enggak bilang antara Kajari Medan dan Kajari Belawan, saya enggak akan sebut antara dua itu dan tahun berapa. Enggak akan saya sebut," pungkas Bobby.