TAUD Diperiksa Polda Metro Lagi, Sampaikan Ada 16 Pelaku Penyiraman Andrie Yunus
·waktu baca 2 menit

Anggota Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Rabu (17/6). Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut laporan mereka atas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Adapun yang akan diperiksa adalah Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya. Saat diperiksa nanti, Dimas akan menegaskan kembali bahwa jumlah pelaku penyiraman air keras tersebut berjumlah 16 orang.
“Kami sudah seringkali mendalilkan bahwa temuan tim investigasi ada lebih dari empat orang pelaku. Termasuk yang sudah disidangkan dan divonis di Pengadilan Militer Jakarta 08, tapi (sebenarnya) ada 16 orang,” ucap Dimas kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (17/6).
Penegasan yang akan disampaikan tersebut, kata Dimas, mengacu pada investigasi yang dilakukan oleh TAUD. Salah satunya dengan mengandalkan sejumlah barang bukti khususnya rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian di Jalan Talang, Salemba, Jakarta Pusat.
“16 orang itu kami kumpulkan dari hasil tangkapan CCTV dan juga konstruksi-rekonstruksi menggunakan open source intelligence (intelijen terbuka) di mana 16 orang ini kemudian punya kaitannya sebelum proses penyiraman air keras,” tutur Dimas.
Lebih dari itu, TAUD bahkan menilai kasus ini seharusnya sudah naik dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Sebab, TAUD merasa bukti-bukti yang terkumpul sudah cukup.
“Kami merasa sudah cukup bukti sebetulnya supaya penyelidikan ini bisa dinaikkan kepada tahap penyidikan gitu ya,” ucap anggota TAUD lainnya, Daniel Winarta dalam kesempatan yang sama.
Kata Daniel, ada sebanyak ratusan rekaman kamera CCTV yang telah dikumpulkan dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Ia menegaskan seluruh rekaman tersebut membuktikan ada 16 pelaku dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie.
“Kami sudah menyerahkan bukti-bukti berupa potongan-potongan CCTV. Ada banyak sekali itu ya, bahkan berpuluh-puluh sampai ratusan jumlahnya potongan CCTV yang sudah kami serahkan,” ungkap Daniel.
“Menunjukkan dengan jelas adanya koordinasi antara empat orang yang disidangkan di peradilan militer dengan dua belas orang lainnya,” tandasnya.
