Kumparan Logo

Akbar Chalay Berkolaborasi dengan Matta Lewat Lagu Kera Sakti

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Akbar Chalay berkolaborasi dengan Matta lewat lagu Kera Sakti. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Akbar Chalay berkolaborasi dengan Matta lewat lagu Kera Sakti. Foto: Dok. Istimewa

Produser musik dan remixer asal Bengkulu, Akbar Chalay, berkolaborasi dengan Matta lewat lagu Kera Sakti.

Menggabungkan karakter musik Akbar Chalay dengan warna pop band khas Matta, lagu ini menghadirkan kisah tentang seseorang yang pandai mencuri hati, tetapi tak pernah benar-benar menetap.

Perjalanan Akbar Chalay di dunia musik bermula dari hal yang sederhana. Sebelum dikenal melalui karya-karya originalnya, Akbar mengawali karier sebagai remixer dengan memanfaatkan fasilitas warnet di kampung halamannya, Bengkulu.

Saat itu, ia mendapat kesempatan bermain komputer secara gratis dengan membantu menjaga warnet ketika pemiliknya sedang keluar. Dari kesempatan kecil tersebut, Akbar mulai bereksperimen dengan musik remix hingga akhirnya berkembang menjadi produser yang memiliki identitas musikalnya sendiri.

Akbar Chalay berkolaborasi dengan Matta lewat lagu Kera Sakti. Foto: Dok. Istimewa

Kini, Akbar tidak hanya dikenal melalui karya remix, tetapi juga lewat lagu-lagu original yang mendapat perhatian luas, seperti Ngga Dulu dan Astaga Bercanda. Kedua lagu tersebut memperlihatkan kemampuannya mengolah musik yang enerjik, mudah melekat di telinga, dan dekat dengan keseharian pendengar.

Melalui Kera Sakti, Akbar kembali mengeksplorasi warna musiknya dengan menggandeng band yang memiliki rekam jejak panjang di industri musik Indonesia.

Kolaborasi Matta dengan Akbar Chalay menjadi pertemuan dua karakter musikal dengan kekuatan yang berbeda, tetapi saling melengkapi.

Akbar membawa pendekatan produksi yang dekat dengan perkembangan musik digital dan kultur remix masa kini, sementara Matta menghadirkan karakter pop band dengan melodi dan lirik yang mudah diingat.

Perpaduan ini diharapkan dapat menjembatani pendengar yang tumbuh bersama hits Matta dengan generasi baru yang mengenal musik melalui platform digital dan tren media sosial.

Akbar Chalay berkolaborasi dengan Matta lewat lagu Kera Sakti. Foto: Dok. Istimewa

Judul Kera Sakti sendiri membawa permainan kata yang terinspirasi dari gaya penamaan lagu-lagu Matta terdahulu. Jika Jambu merupakan singkatan dari Janjimu Busuk, kali ini Kera Sakti memiliki kepanjangan Kena Rayumu Sakit Hati.

Permainan kata tersebut menjadi pintu masuk bagi cerita tentang seseorang yang lihai merayu, gemar mendekati banyak orang, tetapi akhirnya meninggalkan luka bagi mereka yang terlanjur jatuh hati.

Karakter jenaka dalam judulnya berlanjut ke dalam lirik yang menggambarkan sosok penuh jurus rayuan. Ia tahu bagaimana menarik perhatian, membuat orang penasaran, dan mencuri hati, tetapi tidak pernah benar-benar tinggal.

Alih-alih mengemas patah hati sebagai kisah yang sepenuhnya melankolis, Kera Sakti memilih pendekatan yang lebih ringan, ekspresif, dan menghibur.

Ceritanya terasa dekat dengan pengalaman percintaan sehari-hari, ketika seseorang sudah mengetahui bahwa orang yang disukainya bukan sosok yang tepat, tetapi tetap saja berharap ia akan kembali.