Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,3 Persen Pada 2018

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun ini mencapai 5,2 persen. Sementara untuk tahun depan, ekonomi Indonesia diprediksi bisa tumbuh mencapai 5,3 persen.
Kepala Ekonom Bank Dunia Paul Romer mengatakan tren positif ekonomi Indonesia terjadi setelah meredanya dampak konsolidasi fiskal dan kegiatan di sektor swasta yang meningkat.
[Baca juga: Sri Mulyani Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2017 Mencapai 5,3 Persen]
Hal ini didorong oleh kenaikan harga komoditas yang moderat, meningkatnya permintaan eksternal, serta membaiknya tingkat kepercayaan akibat reformasi.
"Ini karena meredanya dampak konsolidasi fiskal dan kegiatan di sektor swasta meningkat, didukung oleh kenaikan harga komoditas yang moderat," ujar Romer dalam keterangan resminya, Selasa (6/6).
[Baca juga: Ketidakpastian AS dan Utang China Pengaruhi Ekonomi Asia]
Secara global, Romer menyoroti kekhawatiran tentang meningkatnya utang dan defisit di pasar yang sedang tumbuh. Selain itu, kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed Fund Rate) akan menambah beban bagi negara-negara berkembang.
Meski demikian, perdagangan dunia yang mulai pulih dan harga komoditas yang merangkak naik menimbulkan kepercayaan diri dunia.
"Yang membawa kekhawatiran adalah investasi tetap lemah. Sebagai tanggapannya, kami mengalihkan prioritas kami untuk melakukan pinjaman ke proyek-proyek yang dapat memacu investasi lanjutan oleh sektor swasta." ujarnya.
