Curhatan Ditjen Pajak dan Pengusaha Selama Tax Amnesty

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sejumlah orang di Kantor Pusat Ditjen Pajak. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah orang di Kantor Pusat Ditjen Pajak. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pertemuan antara Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan dan para pengusaha yang digelar Jumat (5/5), tak hanya membicarakan persoalan serius mengenai penerimaan negara dan prospek ekonomi Indonesia tahun ini.

Dalam gathering para pendukung program pengampunan pajak atau tax amensty, ini juga membicarakan mengenai berbagai pengalamannya selama pelaksanaan program tersebut yang berakhir Maret lalu.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Perpajakan, Suryo Utomo, mengatakan pihaknya sempat pesimistis saat pelaksanaan tax amnesty pada September 2016.

"Karena tarif 2 persen, tapi duit tidak masuk-masuk di awal September. Mulai deh pesimis. Tapi di tiga bulan pertama, itu meledak hampir Rp 100 triliun uang tebusan," kata Suryo di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (5/5).

Baca juga: Para Pengusaha Kumpul Bareng Ditjen Pajak

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, membeberkan pengalaman saat pelaksanaan tax amnesty di awal. Dia mengaku sempat stres ketika Sri Mulyani Indrawati dilantik sebagai Menteri Keuangan.

"Saya ingat saat rapat malam-malam dengan Bu Sri Mulyani, melihat wajah Pak Suryo cemberut karena waktu itu hasil tax amnesty di bawah Rp 10 triliun. Saya juga ikut stres, lalu Pak Suryo bilang mana teman-temannya dan saya bilang masih perlu konsolidasi. Saya juga ikut resah," katanya.

Meski demikian, pihaknya optimistis program tax amnesty akan berhasil. Sebab, program tersebut merupakan cara yang dibutuhkan negara untuk memperoleh dana.

"Kalau tidak ada Pak Luhut, belum tentu berhasil karena sebelumnya tidak banyak yang mendukung, Kemenkeu pun kurang percaya diri. Tapi Presiden ternyata support penuh," katanya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT BRI Tbk, Haru Koesmahargyo, mengatakan empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil mengumpulkan dana repatriasi sebesar Rp 52 triliun sampai akhir periode tax amnesty.