Pertamina Pastikan Pengeboran 14 Sumur di Blok Mahakam

PT Pertamina (Persero) mengumumkan ada 14 sumur yang akan dilakukan pengeboran di di Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Perusahaan minyak dan gas milik BUMN ini mengeluarkan investasi mencapai 160 juta dolar AS untuk proyek tersebut.
Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, mengatakan keputusan diambil perusahaan setelah melalui evaluasi nilai keekonomian. Sebelumnya, perseroan mengurangi jumlah pengeboran sumur di Blok Mahakam dari 19 sumur menjadi 8 sumur tahun ini. Alasannya, nilai investasi dan pajak terlampau besar.
"Kita drilling akhirnya 14 sumur, bulan Juni dimulai. Site preparation juga sudah dimulai," kata Syamsu saat ditemui di IPA Convex ke 41, Jakarta Convention Center, Rabu (17/5).
Baca juga: Terkendala Pajak, Pertamina Kurangi Pengeboran Blok Mahakam
Terkait masalah pajak, Syamsu mengatakan seluruh masalah tersebut sudah selesai. Namun dia enggan menjelaskan lebih lanjut terkait hal itu. "Soal pajak sudah, kita diskusi. (Yang menanggung) enggak penting lah yang penting sudah selesai," ujar dia.
Pajak sebelumnya menjadi masalah karena pengeboran dilakukan Total E&P Indonesie, kontraktor pengoperasian Blok Mahakam saat ini. Bukan sebagai perusahaan penunjang migas (services) atau pihak ketiga yang umumnya melakukan proses pengeboran atas permintaan kontrak dari kontraktor. Sehingga Pertamina harus menanggung beban pajak atas investasi tersebut.
Sumur-sumur ini akan dibuka atau dioperasikan pada saat Pertamina resmi menjadi operator, yakni per 1 Januari 2018. Menurut Syamsu, pengeboran pada masa transisi ini sudah melalui persetujuan tim yang terdiri dari PT Total E&P Indonesie, SKK Migas, dan Pertamina.
Syamsu menjelaskan, jumlah produksi dari 14 sumur itu ditargetkan bisa lebih dari 1,4 triliun kubik (tcf). "Kalau misalnya sekarang Mahakam bisa maintain sampai 1,4 tcf, mungkin dengan ada sumur tambahan bisa lebih tinggi," katanya.
Baca juga: Alirkan Gas ke Dumai, PGN Dapat Pasokan dari ConocoPhillips
Sebagai informasi, Blok Mahakam meliputi lapangan gas Peciko, Tunu, Tambora, Sisi Nubi dan South Mahakam. Selain itu termasuk juga lapangan minyak Bekapai dan Handil. Wilayah Kerja ini memiliki luas 2.738,51 km2 dan terletak di provinsi Kalimantan Timur serta merupakan wilayah kerja onshore dan offshore.
WK Mahakam mulai berproduksi pertama kali pada tahun 1974. Rata-rata produksi tahunan WK Mahakam saat ini adalah gas sebesar 1.635 mmscfd (juta kaki kubik per hari) serta minyak bumi sebesar 63.000 bopd (barel oil per hari).
