Kumparan Logo

Sektor Non Migas Dorong Ekspor RI Agustus 2026, Alumunium Ekspornya Naik 206,78%

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi aluminium milik PT Inalum. Foto: Dok. Inalum
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aluminium milik PT Inalum. Foto: Dok. Inalum

Sektor non migas menjadi pendorong peningkatan nilai ekspor keseluruhan Indonesia per Agustus 2026. Salah satu komoditas non migas yang menyumbang kenaikan ekspor tertinggi adalah aluminium dengan peningkatan ekspor hingga 206,78 persen secara year on year (yoy) dengan andil 1,59 persen terhadap total ekspor.

Selain alumunium, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan komoditas seperti nikel serta besi dan baja turut menjadi penyumbang terbesar ekspor non migas per Agustus 2026.

“Terutama nikel dan barang daripadanya, nih HS75 yang naik cukup tinggi, naiknya sebesar 51,67 persen secara yoy dengan andilnya 1,84 persen terhadap kenaikan total ekspornya. Besi dan baja atau HS72 naik 20,38 persen secara yoy dengan andilnya 1,79 persen. Aluminium dan barang daripadanya, ini HS76 naik tinggi, naiknya itu 206,78 persen secara yoy, ini andilnya sebesar 1,59 persen,” dalam konferensi pers Berita Statistik pada Kamis (1/10).

Sejumlah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (18/12/2025). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Adapun untuk besi dan baja menurut paparan Ateng utamanya diekspor ke China, Taiwan sampai Vietnam. Untuk China, memang negara itu menjadi tujuan utama ekspor besi dan baja Indonesia dengan nilai USD 12,5 miliar pada periode Januari sampai Agustus 2026.

“Untuk negara tujuan utama ekspor besi dan baja, yang tadi HS72, untuk periode Januari sampai dengan Agustus 2026, terutama ke Tiongkok,” ujarnya.

Adapun nilai ekspor Indonesia secara keseluruhan per Agustus 2026 mencapai USD 26,61 miliar. Angka tersebut naik 6,72 persen secara yoy dibanding dengan Agustus tahun lalu.

Dari situ, ekspor migas mencatat nilai sebesar USD 0,99 miliar atau turun 5,10 persen secara yoy. Sementara itu, ekspor non migas mencatat kenaikan sebesar 7,23 persen secara yoy dengan nilai USD 25,62 miliar.

instagram embed