Sulawesi Tenggara dan Gorontalo Dibidik Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Wakatobi (Foto: Jenny/wikimedia commons)
zoom-in-whitePerbesar
Wakatobi (Foto: Jenny/wikimedia commons)

Indonesia menargetkan akan membangun 39 pusat pertumbuhan dan kawasan baru sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Kebijakan ini dilakukan untuk pemerataan ekonomi agar pertumbuhan tak selalu berpusat di Pulau Jawa.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional bekerja sama dengan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada untuk merealisasikan target tersebut. Kerja sama meliputi proyek National Support for Local Investment Climate WSLIC/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED) yang dilaksanakan oleh Cowater International Inc.

NSLlC/NSELRED yang diresmikan akhir tahun lalu ini merupakan proyek untuk membangun ekonomi lokal di daerah agar bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi kota. Dialokasikan bantuan dana untuk daerah yang mengajukan usulan inovasi dan disetujui panitia seleksi di tingkat nasional, khususnya yang menjadi target pertumbuhan kawasan baru.

Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Kerangka Ekonomi Makro 2018 ke DPR

"Proyek kemitraan ini sepanjang 6 tahun akan fokus di Sulawesi Tenggara dan Gorontalo dengan fokus bimbingan bisnis dan pengembangan UKM untuk membangun ekonomi lokal," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, dalam peluncuran kerja sama tersebut di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/5).

Untuk Sulawesi Tenggara, beberapa wilayah yang disasar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi adalah Kota Kendari, Kota Baubau, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan.

Sementara di Gorontalo, fokus daerah mencakup Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwatu.

Proyek Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Kanada (Foto: Proyek Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Kanada)
zoom-in-whitePerbesar
Proyek Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Kanada (Foto: Proyek Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Kanada)

Bambang mengatakan pemerintah akan berupaya agar aktivitas ekonomi di wilayah tersebut bisa menciptakan kesempatan kerja, nilai tambah, dan pendapatan bagi masyarakat miskin. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan lebih berkualitas sehingga mampu mengurangi pengangguran dan kemiskinan, serta mempersempit kesenjangan.

Sementara itu, Duta Besar Kanada untuk lndonesia H.E. Peter MacArthur mengatakan proyek ini didukung melalui pengembangan iklim usaha dan pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di daerah.

"Fokus proyek di antaranya adalah perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat miskin, baik laki-laki maupun perempuan," kata Peter.

Baca juga: Sri Mulyani Targetkan Angka Ketimpangan Tahun Depan Menurun

Menurut Bappenas, setidaknya ada lima syarat penting agar pengembangan ekonomi lokal terlaksana secara maksimal. Pertama, tersedianya kawasan pengembangan atau sentra produksi atau pusat bisnis yang siap bangun, baik sentra produksi pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan maupun pariwisata.

Kedua, terbangunnya prasarana dan sarana pendukung yang diperlukan seperti listrik, air bersih, jalan, transportasi, telekomunikasi dan informasi. Ketiga, berkembangnya kerja sama dan kemitraan antara koperasi, pelaku usaha kecil dan menengah, swasta dan pemerintah daerah mulai dari peningkatan produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasaran.

Keempat, berkembangnya riset dan inovasi sebagai bagian dari manajemen pengetahuan (knowledge management) yang melibatkan para pendamping atau penggerak pemberdayaan masyarakat dan juga perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Kelima, terwujudnya komitmen dan dukungan nyata dari pemerintah daerah baik dalam bentuk kemudahan perijinan, fasilitasi, pendampingan, pendidikan vokasional maupun pelaksanaan proyek pilot dan percontohan secara nyata dan tuntas.