Tahun Ini Peruri Hanya Mencetak Uang Baru Tahun Emisi 2016

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Desain baru uang pecahan dua puluh ribu rupiah dan sepuluh ribu rupiah. (Foto: Aditia Noviansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Desain baru uang pecahan dua puluh ribu rupiah dan sepuluh ribu rupiah. (Foto: Aditia Noviansyah)

Bank Indonesia (BI) memastikan tahun ini Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Perum Peruri hanya mencetak uang baru tahun emisi 2016. Hal ini seiring dengan penggunaan desain rupiah baru yang sudah diluncurkan sejak Desember tahun lalu.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi, mengatakan distribusi uang baru akan lebih banyak pada tahun ini. Termasuk penukaran uang untuk keperluan lebaran semuanya akan didistribusikan dengan rupiah desain baru.

[Baca juga: BI Batasi Penukaran Uang Baru untuk Kebutuhan Lebaran]

"Kami mau masyarakat bisa memperoleh lebih banyak lagi. Tahun ini Perum Peruri sudah tidak mencetak uang lama, jadi uang baru semua, kami mau uang baru lebih banyak beredar," kata Suhaedi di Gedung BI Thamrin, Jakarta, Jumat (2/6).

Saat ini, jumlah uang baru tahun emisi 2016 yang dicetak Perum Peruri sudah mencapai Rp 100 triliun, dengan perbandingan jumlah uang beredar sebesar Rp 600 triliun.

[Baca juga: Lebaran, BI Siapkan Kapal Distribusikan Uang ke Pulau Terluar]

Untuk masayarakat yang berada di Jakarta, BI telah membuka pelayanan penukaran uang baru sejak 22 Mei 2017 di Lapangan Monas. Sementara mulai 5 Juni 2017 nanti, BI dan 13 bank lainnya juga akan membuka pelayanan untuk penukaran uang baru.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Sugeng mengatakan lokasi penukaran uang juga diadakan di berbagai landmark kota besar, seperti di Tugu Juang Lampung, Lapangan Puputan Bali.

Di Lhoksumawe, Aceh, masyarakat bisa menukar uang baru di Masjid Islamic Center, Kalimantan Timur di Gor Segiri, Medan di Lapangan Banteng, dan Bandung di Alun-Alun Kota. Penukaran dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya.

"Sampai 29 Mei 2017, realiasi penukaran uang di Monas sudah mencapai Rp 2,6 miliar, artinya jumlah yang menukar lebih dari 600 orang," kata Sugeng.