Konten dari Pengguna

Sekali Posting, Jejaknya Abadi: Unpam Ajak Siswa SMAN 25 Kabupaten Tangerang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anggi Dwi Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Unpam edukasi jejak digital di SMAN 25 Kabupaten Tangerang
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Unpam edukasi jejak digital di SMAN 25 Kabupaten Tangerang

Jejak Digital Hantui Masa Depan Remaja, Mahasiswa FEB Unpam Ajak Siswa SMAN 25 Cerdas Bermedsos

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pamulang (Unpam) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 25 Kabupaten Tangerang pada 12 Oktober 2026. Mengusung tema "Bijak Bermedia Sosial dan Bergaul: Meningkatkan Literasi Digital Remaja untuk Mencegah Pergaulan Bebas", kegiatan ini menyasar siswa-siswi SMA yang sedang berada pada masa pencarian jati diri.

PKM ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian, sebagai kontribusi nyata civitas akademika kepada masyarakat. Tema dipilih sebagai respons atas perkembangan zaman, ketika media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan remaja. Media sosial dapat menjadi sarana pergaulan yang positif, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk pengaruh negatif jika digunakan tanpa kendali.

Sumber : Dokumentasi PKM di SMAN 25 Kabupaten Tangerang.

Tim pelaksana diketuai Angelin Monicha Radja Manno, dengan anggota Anggi Dwi Lestari, Kristina Helni, Nurul, Novita Andara, Nesalia Jelita, Restu Gumelar, dan Reza Akbar Royyan. Tim didampingi dua dosen pendamping, yakni Dr. H. Fikron Alchoir, M.Pd., M.M. dan Priehadi Dhasa Eka, S.E., M.M.

Pemberian Sertifikat Penghargaan kepada Pihak Sekolah SMAN 25 Kabupaten Tangerang

Dalam sesi materi, siswa diajak menyaring informasi sebelum mempercayai atau membagikannya, mengenali konten dan ajakan yang berisiko, menjaga privasi dan data pribadi, serta berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal di dunia maya. Siswa juga diingatkan bahwa jejak digital dapat memengaruhi nama baik dan masa depan mereka, sehingga setiap unggahan dan interaksi perlu dipertimbangkan dengan bijak.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif tentang kebiasaan bermedia sosial sehari-hari. Siswa diajak mengenali pengaruh teman sebaya dan tren di media sosial yang dapat mendorong perilaku berisiko, serta berlatih menolak ajakan negatif secara tegas dan sopan. Dari diskusi ini, siswa mulai memahami bahwa pergaulan yang sehat tidak hanya dibangun di dunia nyata, tetapi juga di dunia digital.

Siswa siswi antusias menjawab kuis

Kegiatan disambut antusias oleh siswa dan guru. Siswa aktif bertanya dan berbagi pengalaman, sementara para guru mengapresiasi metode penyampaian yang interaktif karena membuka wawasan siswa tentang pentingnya literasi digital dalam menjaga pergaulan.

Melalui kegiatan ini, tim PKM berharap tercipta sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan berdaya. Tim juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar dampak positifnya semakin luas.

Penulis: Anggi Dwi Lestari, Novita Andara, dan Reza Akbar Royyan (Mahasiswa Universitas Pamulang)