Pengadaan Mading Pada Puskesmas Kedungwuni I oleh Mahasiswa KKNT UNDIP X UNICEF

mahasiswa aktif Universitas Diponegoro
Konten dari Pengguna
2 September 2022 10:16
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari angguntarigan13 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
( Pekalongan, 19/09/2022) - Akibat pandemi Covid-19 terdapat sekitar 1,7 juta anak di Indonesia yang masih belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Termasuk di daerah Kab. Pekalongan, tepatnya di Kecamatan Kedungwuni masih banyak anak yang belum mendapatkan imunisasi yang lengkap. Tahun 2022 ini Kemenkes RI mencanangkan program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun signifikan akibat pandemi COVID-19. BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat.
ADVERTISEMENT
Melalui program pemerintah tentang BIAN, Puskesmas Kedungwuni I ikut serta dalam menyukseskan program tersebut dengan melaksanakan BIAN di seluruh posyandu pada daerah cakupan Puskesmas Kedungwuni I. “Program ini diwujudkan sebagai upaya memberikan perlindungan kesehatan terhadap anak dimulai dari usia 0-5 tahun” ujar salah satu bidan pada Puskesmas Kedungwuni I.
Pemberian imunisasi pada anak terbukti dapat memberikan perlindungan dari berbagai penyakit melalui vaksin seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio. Anak dengan status imunisasi dasar lengkap terbukti akan lebih sehat dan produktif. Selain itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.
Sumber: Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Dalam pelaksanaan BIAN ini juga terdapat beberapa kendala, salah satunya adalah kurangnya informasi terpusat untuk masyarakat tahu tentang kegiatan BIAN dan juga informasi tentang pentingnya imunisasi pada anak. “masyarakat masih banyak yang berpikir bahwa imunisasi itu tidak penting bagi anak dan ada juga yang berpikir bahwa imunisasi dapat menimbulkan penyakit baru pada anak” ujar salah satu bidan pada puskesmas Kedungwuni I.
ADVERTISEMENT
Pengadaan papan informasi atau yang sering disebut mading di Puskesmas Kedungwuni I sangat membantu masyarakat agar mendapatkan informasi tentang pentingnya imunisasi kepada anak, sehingga dari hal tersebut banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi untuk melaksanakan BIAN.
Pemerintah juga berharap pada saat pelaksanaan BIAN ini, setiap orang tua mengajak anak-anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi untuk memeriksakan status imunisasi anak dan segera mendapatkan imunisasi rutin.
Sumber: Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Dengan terselenggaranya kegiatan BIAN di Kecamatan Kedungwuni diharapkan kekebalan masyarakat terbentuk, sehingga pada akhirnya bisa mencapai eliminasi Campak-Rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir serta mengendalikan penyakit difteri dan pertussis.
Dengan terselenggaranya kegiatan BIAN diharapkan setiap anak pada Kecamatan kedungwuni dapat memenuhi imunisasi secara lengkap agar terhidar dari berbagai penyakit dan memiliki pertumbuhan yang baik.
Sumber: Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi Pribadi
ADVERTISEMENT